PETUALANGAN SEHARI KE TRIBUTE TO GREEN DAY

Aku kembali merekam ingatan ku akan hari Kamis tanggal 24 Maret 2011, di saat acara Never Too Loud (NTL) Mustang 88fm Tribute To Green Day di Tee Box cafe jalan Wijaya 2 no. 123, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Beberapa hari sebelumnya selama bulan maret aku mengikuti acara NTL melalui live streaming, sejak saat itu sudah ada niatan untuk bertandang ke Ibu Kota.

Oh ya.. satu lagi, aku punya -bisa dibilang- nazar, kalau tidak akan menginjakkan kaki ke Jakarta untuk nonton konser sebelum atau saat Green Day konser di Indonesia. Tapi untuk acara yang satu ini punya perkecualian, walaupun bukan Green Day yang main, tapi acara ini dipersembahkan untuk Green Day & fans Green Day (Idiot Club) seluruh Indonesia. Jadi ada benang merahnya di sini, tekad sudah bulat untuk menghadiri acara tersebut. (thanx buat Hoeda udah ngingetin, hehe…). Sekaligus perjalanan ini sebagai persiapan agar waktu lihat konser Green Day nanti sudah tidak gagap dengan kondisi Jakarta.

  Bukan tanpa persiapan untuk pergi ke kota terpadat se-Indonesia tersebut, setelah pengumuman tanggal & tempat acara aku langsung bergegas untuk menyusun planing. Mengatur mulai dari transport, akomodasi, sampai konsumsi selama di sana. Karena jadwal kuliah yang sudah memasuki minggu UTS, maka tidak ada pilihan lain untuk berangkat menggunakan pesawat. Setelah berputar mencari tiket, akhirnya pada agen tiket yang ke 3 sudah cocok harganya, memang agak mepet karena pesan satu hari sebelumnya.

Kegiatan selanjutnya adalah persiapan dana, aku ambil uang tabungan selama 1,5 tahun (maklum aku masih kuliah dan belum kerja). Aku harap dengan uang itu mampu bertahan di Jakarta selama sehari sampai akhirnya pulang ke Surabaya. Terus yang terakhir persiapan mental, perlu juga buat menyakinkan diri untuk mengambil keputusan tersebut.

Hari kamis pun tiba, aktivitas dimulai dengan kuliah pagi, UTS Perilaku Konsumen pun menyambut dengan haru sampai jam 9. Dilanjut masuk ke kelas Mikro (kalau yang ini ngulang sama angkatan bawah) selesai jam 10.30. Setengah jam kemudian UTS Etika Bisnis yang mencekam selama 2 jam. Sebetulnya jam 1 masih ada kuliah lagi, matkul Metodologi Penelitian, tapi berhubung jam keberangkatan sudah dekat maka aku putuskan untuk cabut dari kuliah tersebut, sebagai catatan yang cabut bukan hanya aku seorang, tapi lebih dari setengah isi kelas. Wow…! untung untuk kuliah yang terakhir ini tidak ada UTS, kalau ada bisa-bisa aku batal untuk berangkat nonton Tribute to Green Day.

Langsung tancap gas ke Bandara Juanda! setengah jam kemudian sampai di tempat, tidak lupa sepeda motor juga ikut diinapkan di parkiran bandara^^. Masuk langsung check in, nunggu satu jam dan berangkatlah saat waktu menunjukkan pukul 14.30 WIB. 1,5 jam kemudian pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dengan sempurna (kayak kata pramugari, hehe…). Turun dari pesawat, lalu jalan melalui lorong penghubung ke gedung bandara, jadi ingat sama The Rain (band). Karena latar video klip The Rain pada lagu Perjalanan Tak Tergantikan mengambil set di tempat itu juga.Ga pake lama langsung menuju shelter bus Damri, naik bus tujuan Blok-M. Cukup lama bus ngetem di bandara, setengah jam lebih.

Bus keluar dari area bandara sekitar jam 5 sore, lewat tol menembus keriuhan kota Tanggerang, beberapa menit kemudian masuk ke gerbang kota Jakarta. Walaupun ini bukan kunjungan pertamaku ke Ibu Kota, tapi ini adalah kunjungan ku yang kedua. Tetap saja tidak ada bedanya buat aku, karena kunjungan pertamaku sudah puluhan tahun silam dan aku buta Jakarta! itu fakta penting yang harus dipegang.

Memasuki kota Jakarta aku disuguhi pemandangan bangunan tol yang cukup rumit yang tegak berdiri jauh di atas permukaan, layaknya menaiki roler coaster. Fakta pertama tentang Jakarta yang aku lihat bahwa Bajaj ternyata belum punah, aku melihat ke bawah tol dan ternyata masih ada banyak bajaj berkeliaran, persis saat aku dulu ke Jakarta, walaupun sekarang mungkin jumlahnya sudah berkurang.

Berlanjut memasuki wilayah Jakarta Barat, bangunan besar nan menjulang khas megapolitan terpampang jelas di depan mata. Melewati Universitas Trisakti, jalan tol yang aku lewati ini mempunyai sejarah kelam di masa 1998, tepatnya bulan Mei, tepat di atas jalan tol ini penembakan terhadap beberapa mahasiswa Trisakti terjadi.

Lalu fakta berikutnya yang terjadi adalah chaos on the street, alias Kemacetan, baru nyadar kalau sudah memasuki jam 5 keatas, saatnya jam pulang kantor. Jarang dapat kesempatan terjebak kemacetan terparah di Indonesia, jadi aku hanya bisa menikmatinya. Seingat aku jalan yang dilewati adalah daerah Slipi, Senayan (MPR dan Kantor Menegpora RI), dan terakhir Blok-M. Perjalanan dari bandara Soehatt ke Blok-M di jam-jam tersebut memakan waktu sampai 2 jam. Tiba di Terminal Blok-M pukul 18.30, langsung beli minum buat buka puasa dan mengisi perut dengan soto khas Jakarta. Selesai urusan, langsung naik ojek ke arah Tee Box cafe.

Sampai ditempat tepat pukul 7 malam, di sana sudah menunggu Frinaldy Wibianto dan saudaranya. Aldy adalah pendiri Idiot Club Indonesia (ICI), fans Green Day Indonesia. Kami ngobrol-ngobrol sambil nunggu teman-teman ICI yang lainnya. Acara mundur satu jam dari jadwal yang ditentukan, tepat pukul 8 malam acara di mulai. Review lengkap mengenai jalannya acara bisa dibaca di sini. Beruntung aku juga kebagian 2 cd album original Green Day, yaitu Kerplunk (atau lebih tepatnya 1039/Smoothed Out Slappy Hours) & American Idiot. Acaranya juga diliput oleh MNC TV untuk dimasukkan ke tayangan Lintas Malam segmen Gaya Hidup di hari Sabtu jam 00.30 WIB.

Selesai acara anak-anak ICI pada ngumpul melingkar di depan Tee Box cafe, acara yang benar-benar heboh dan menguras stamina karena semua larut dalam gerakan moshing, AC seakan tak berpengaruh banyak di dalam ruangan tersebut. Selanjutnya anak-anak ICI pada pulang kerumahnya masing-masing. Aku dapat tawaran baik dari Aldy untuk menginap di rumahnya, akhirnya kita bertiga (Aku, Aldy, dan Sudaranya) menaiki sepeda motor menembus sepinya jalanan Jakarta. Rumah admin ICI ini di daerah Petojo, Jakarta Pusat.

Sebelumya aku dijamu makan malam, setelah itu tidur berdua di kamar atas. Pagi hari jam 06.30 aku bangun dan langsung membangunkan Aldy untuk segera pamit balik ke Surabaya. Dengan mata yang masih berat juga aku naik taksi menuju bandara. Sekitar setengah jam sampai di bandara Soehatt, aku langsung cari tiket tujuan Surabaya.

Ini merupakan pengalamanku yang sulit untuk dilupakan, pertama mencari di loket Lion Air ada penerbangan ke Surabaya jam 11 siang, tapi harga yang ditawarkan terlalu tinggi, akhirnya aku pindah cari ke loket Sriwijaya, hasilnya yang ada malah keberangkatan jam 3. Terus daripada keliling bandara yang luas itu, aku putuskan untuk kembali ke loket Lion, dan ternyata penerbangan untuk jam 11 sudah habis, yang ada jam 3 sore. Wah, sumpah agak kacau saat itu, tapi aku berpikiran daripada pulang besok mending pulang hari ini walaupun dengan tiket yang lumayan mahal, 700ribuan lebih.

Rekor pun terpecahkan, nunggu sampai 6 jam di bandara. Tiga jam sebelum keberangkatan aku sudah memasuki ruang tunggu penerbangan. Di sana aku berbincang dengan bapak-bapak yang juga mau pulang ke Surabaya, ternyata beliau tidak lebih mujur dariku, beliau membeli tiket yang sama dengan harga mencapai sejuta. Gilaa! Ya seperti inilah nasib kalau beli tiket pesawat mendekati jam keberangkatan.

Jadwal keberangkatan mundur 30 menit dari semestinya, Alhamdulillah selama perjalanan yang berat dengan menembus cuaca yang kurang bersahabat, akhirnya sampai dengan selamat di bandara Juanda pada pukul 5 sore. Sidoarjo hujan deras, tapi di kota Surabaya hujan malah belum turun, yang ada cuma mendung. Sebelum pulang ke rumah cari makan dulu terus memperbaiki kacamata yang gagangnya patah akibat moshing kemarin. Sampai di rumah sekitar jam 8 malam. Seperti itulah petualanganku selama sehari ke Tribute to Green Day. Benar-benar petualangan yang luar biasa dan tak terlupakan.

Terimakasih khususnya untuk Aldy atas tumpangannya dan teman-teman ICI untuk moshingnya, you rock guys!

Juga untuk Mustang 88fm Never Too Loud yang sudah membuat acara ini dan memberikan aku 2 cd original Green Day. ^_^

Thank you, Thank you, Thank you, Thank you, Thank you, Thank you, Thank you…..       

One thought on “PETUALANGAN SEHARI KE TRIBUTE TO GREEN DAY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s