PUNK; Musik yang mencerdaskan

           Musik punk identik dengan tempo yang meninggi dan beat yang khas. Dengan irama seperti itu tidak bisa dipungkiri lagi untuk tidak melakukan gerakan yang selaras memacu emosi sesaat. Menyalurkan semua gejolak yang tertahan dalam diri bersamaan dengan alunan musik menjadi rasa tersendiri bagi penikmatnya. Moshing, pogo, atau slam dance merupakan salah satu gerakan yang dimaksud, tentu dengan niat tidak untuk melukai.

            Inilah timbal balik dari arus musik yang begitu deras menghantam gendang telinga hingga mampu menjebolkan pikiran agar bertindak sedikit desktruktif dalam mencapai tahap D.I.Y (Do It Yourself). Tindakan membuang amarah yang cerdas jika dibarengi dengan niat menyenangkan diri sendiri, terlebih orang lain yang berada disekitar agar tidak timbul konflik.

            Perkembangan industri musik yang muncul di permukaan bumi Indonesia saat ini terasa hambar dan membosankan. Bak jamur yang tumbuh di musim hujan, orang secara tidak langsung dipaksa untuk menikmati sebuah hiburan, ya.. hanya sebuah hiburan! Tanpa atau dengan sedikit makna yang mencerdaskan bagi penikmat musik tersebut. Mungkin sekilas dapat menyejukan diri atas dahaga panjang selama perjalanan mengisi kehidupan.

            Banyak bentuk muka musik yang ada di Indonesia, tapi hanya populer/mainstream yang menjadi raja di telinga mereka. Disebut musik populer karena banyak orang yang mendengarkan, terlebih menyukai musik yang mengikuti selera pasar namun tidak mau dikata pasaran. Aneh memang, ya beginilah kalu bicara soal selera, hingga batasan alam setinggi apapun akan sirna dan hanyut terbawa ego diri.

            Beda lagi ceritanya kalau musik Punk yang berteriak, butuh saringan yang benar- benar halus untuk bisa menikmati alunan musik tersebut. Itu ditujukan kepada orang-orang awam yang ingin mengenal Punk lebih dari sekedar tampilan belaka. Punk dengan segala keterbatasannya juga bisa mencerdaskan anak bangsa lewat karya musisi yang berideologi pemberontak. Pemberontak dalam tulisan ini adalah yang bersifat progressif demi kemajuan suatu bangsa agar tidak terbuai dengan kemunafikan yang tejadi.

            Mencoba untuk mengingatkan bagaimana kita sebagai rakyat dapat dengan mudah terbodohi oleh penguasa yang menguasai kita secara hukum tata negara. Cerdas karena tidak selalu menyuguhkan cinta dalam arti sempit, punk juga mewarnai opini masyarakat dengan gambaran yang terbentuk dalam nada bersyair kehidupan sosial, politik, ekonomi, budaya, dll.

            Dengan mendengarkan musik punk, seakan membaca koran yang bersuara dengan hentakan yang memacu amarah atas ketidakberesan yang terjadi. Penuh semangat dan gairah, tidak terbatas pada selera pasar, dan teman dalam mencari jati diri sejati. Tidak seperti kebanyakan musik mainstream yang harus memiliki kekuatan untuk menghancurleburkan hati seseorang dengan alunan yang tidak berbobot dan makna yang berulang kali terucap. Memang selera orang berbeda-beda, tapi dari perbedaan itu ada banyak kesamaan yang tidak disengaja. Hanya mereka belum sadar bahwa kekutan pasar di Indonesia belum bisa berbuat banyak untuk ekspansi ke dunia Internasional.

            Musik punk tidak dapat dipisahkan dengan punkers, mereka berjalan berdua bergandengan tangan dan melakukan tindakan gila sesuka hatinya. Telah terjadi fashion victim yang ditularkan secara tidak langsung oleh kaum punkers. Ironinya gaya seperti itu muncul pada jalur mainstream yang mungkin tidak mereka ketahui definisi apa yang ada pada atribut yang dipakai utuk menghibur tersebut. Tak ubahnya seperti badut yang yang berdandan lucu agar penonton terhibur disamping lagu yang mudah didengarkan (easy listening) dan mudah dibuang.

            Begitu tragis kelakuan penikmat musik di Indonesia ini, pintar memilih tanpa ada alasan yang kuat untuk memilih. Inilah gelaran pasar yang seharusnya dapat mencerdaskan kehidupan bangsa agar tidak apatis berlebih dan terbuai oleh keadaan yang sebetulnya tak lebih dari korban politik.

3 thoughts on “PUNK; Musik yang mencerdaskan

    • mereka hanya menilai dari apa yg mereka lihat, bukan dari apa yg seharusnya ada di pikiran mereka…!!!
      bukan mata yg salah, tp pikiran mereka yg salah!
      melihat punk dgn model yg sprti itu mereka jd berpikiran negatif….
      Tanpa pernah tahu apa itu “PUNK” yg sebenarnya???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s