WAJAH CALON PEMIMPIN BANGSA

Banyak alasan yang menimbulkan panggilan hati dari para mahasiswa untuk melakukan aksi turun ke jalan. Salah satunya yang paling intens belakangan ini adalah perkembangan kasus skandal Century. Merasa geram, gelisah, dan kecewa atas penanganan kasus tersebut membuat sketsa tentang seberapa besar potensi kekisruhan yang terjadi dalam aksi jalanan. Seakan memuncak tanpa berpikir sebagaimana yang melekat dalam diri mahasiswa, gesekan sedikit dan dorongan invisible hand semakin mempejelas esensi street parliament yang sejalan dengan “kehidupan jalanan”. Tak beda dengan yang dijalan, para wakil rakyat yang terhormat juga melakukan perilaku yang keluar dari norma persidangan.

Wakil rakyat tak mau kalah dengan juniornya dalam hal perebutan people share. Para anggota DPR berdaya saing dengan cara menciptakan atmosfer panas di dalam gedung kura-kura yang melebihi aksi rendahan di jalan. De Javu gerakan 1998 masih membahana dalam pemikiran mahasiswa untuk memerangi rezim yang berkuasa. Semangat berapi-api yang tak terkendali menyebabkan terbakarnya sejumlah amarah dari warga yang terganggu akan haknya untuk menggunakan jalan. Contoh kecil dari Makasar membuka mata semua orang bahwa gerakan anarkis yang di lakukan mahasiswa menyebabkan ketakberpihakan terhadap rakyat, khususnya pengguna jalan.

Demi kebenaran, mahasiswa membutakan diri dari sekitar, seolah restu dari rakyat telah didapat. Lingkaran siklus anarkis terus berputar seiring regenerasi yang ada, mulai dari pemuda (mahasiswa) yang merupakan representatif pemimpin bangsa sampai ke tingkat terhormat. Atas nama rakyat mereka melegalkan ego masing-masing sampai melebihi batas.

Penyampaian yang berlebih hanya akan membuang tenaga, lebih baik para mahasiswa melakukan dengan cara yang beradab dan layaknya sebagai manusia. Kepekaan pemerintah dalam menanggapi aksi mahasiswa harus cepat dan tepat, mengelola konflik yang terjadi demi kebenaran yang nyata. Partisipasi rakyat juga diharapkan dalam membangun negara agar tidak terperosok berkali-kali di lubang yang sama. Berpikir obyektif terhadap permasalahan yang ada tanpa menyudutkan berbagai pihak.

Pemerintah harus aktif menyerap segala aspirasi dengan lebih mendekat agar tidak menimbulkan masalah baru dari penyampaian aspirasi tersebut. Masih banyak jalan yang belum dilewati dalam pencarian solusi atas masalah yang terjadi di Negeri ini. Mahasiswa seharusnya menerapkan implementasi demokrasi yang baik dan benar dengan memanfaatkan kecerdasan berpikir dan kedewasaan berperilaku.

Tataran diskusi harus berujung pada benak wakil rakyat, jangan terbuang percuma di jalan. Mahasiswa adalah garda terdepan dalam proses perubahan bangsa menuju kebaikan yang hakiki, tapi itu semua tercoreng oleh oknum yang menggunakan kepalan tangan, batu, dan cacian yang menunjukkan seberapa besar perubahan bangsa yang nampak kedepannya. Suram! Itulah mungkin gambaran dari representatif pemimpin bangsa di masa depan.

2 thoughts on “WAJAH CALON PEMIMPIN BANGSA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s