<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blognya Wungkar</title>
	<atom:link href="http://wungkar.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wungkar.wordpress.com</link>
	<description>Mencoba menulis apa yang dipikirkan...</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Dec 2011 06:58:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='wungkar.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/b6be1f7d354f89fadb8c11d5ca201a4d?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Blognya Wungkar</title>
		<link>http://wungkar.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wungkar.wordpress.com/osd.xml" title="Blognya Wungkar" />
	<atom:link rel='hub' href='http://wungkar.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PETUALANGAN SEHARI KE TRIBUTE TO GREEN DAY</title>
		<link>http://wungkar.wordpress.com/2011/03/30/petualangan-sehari-ke-tribute-to-green-day/</link>
		<comments>http://wungkar.wordpress.com/2011/03/30/petualangan-sehari-ke-tribute-to-green-day/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Mar 2011 17:11:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wungkar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Green Day]]></category>
		<category><![CDATA[Idiot Club]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[Tribute]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wungkar.wordpress.com/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[            Aku kembali merekam ingatan ku akan hari Kamis tanggal 24 Maret 2011, di saat acara Never Too Loud (NTL) Mustang 88fm Tribute To Green Day di Tee Box cafe jalan Wijaya 2 no. 123, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Beberapa hari sebelumnya selama bulan maret aku mengikuti acara NTL melalui live streaming, sejak saat itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wungkar.wordpress.com&amp;blog=10267264&amp;post=194&amp;subd=wungkar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>            Aku kembali merekam ingatan ku akan hari Kamis tanggal 24 Maret 2011, di saat acara Never Too Loud (NTL) Mustang 88fm Tribute To Green Day di Tee Box cafe jalan Wijaya 2 no. 123, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Beberapa hari sebelumnya selama bulan maret aku mengikuti acara NTL melalui live streaming, sejak saat itu sudah ada niatan untuk bertandang ke Ibu Kota.</p>
<p>            Oh ya.. satu lagi, aku punya -bisa dibilang- nazar, kalau tidak akan menginjakkan kaki ke Jakarta untuk nonton konser sebelum atau saat Green Day konser di Indonesia. Tapi untuk acara yang satu ini punya perkecualian, walaupun bukan Green Day yang main, tapi acara ini dipersembahkan untuk Green Day &amp; fans Green Day (Idiot Club) seluruh Indonesia. Jadi ada benang merahnya di sini, tekad sudah bulat untuk menghadiri acara tersebut. (thanx buat Hoeda udah ngingetin, hehe&#8230;). Sekaligus perjalanan ini sebagai persiapan agar waktu lihat konser Green Day nanti sudah tidak gagap dengan kondisi Jakarta.<a href="http://wungkar.files.wordpress.com/2011/03/ntl.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-195" title="NTL" src="http://wungkar.files.wordpress.com/2011/03/ntl.jpg?w=500&#038;h=647" alt="" width="500" height="647" /></a></p>
<p>          <span id="more-194"></span>  Bukan tanpa persiapan untuk pergi ke kota terpadat se-Indonesia tersebut, setelah pengumuman tanggal &amp; tempat acara aku langsung bergegas untuk menyusun planing. Mengatur mulai dari transport, akomodasi, sampai konsumsi selama di sana. Karena jadwal kuliah yang sudah memasuki minggu UTS, maka tidak ada pilihan lain untuk berangkat menggunakan pesawat. Setelah berputar mencari tiket, akhirnya pada agen tiket yang ke 3 sudah cocok harganya, memang agak mepet karena pesan satu hari sebelumnya.</p>
<p>            Kegiatan selanjutnya adalah persiapan dana, aku ambil uang tabungan selama 1,5 tahun (maklum aku masih kuliah dan belum kerja). Aku harap dengan uang itu mampu bertahan di Jakarta selama sehari sampai akhirnya pulang ke Surabaya. Terus yang terakhir persiapan mental, perlu juga buat menyakinkan diri untuk mengambil keputusan tersebut.</p>
<p>            Hari kamis pun tiba, aktivitas dimulai dengan kuliah pagi, UTS Perilaku Konsumen pun menyambut dengan haru sampai jam 9. Dilanjut masuk ke kelas Mikro (kalau yang ini ngulang sama angkatan bawah) selesai jam 10.30. Setengah jam kemudian UTS Etika Bisnis yang mencekam selama 2 jam. Sebetulnya jam 1 masih ada kuliah lagi, matkul Metodologi Penelitian, tapi berhubung jam keberangkatan sudah dekat maka aku putuskan untuk cabut dari kuliah tersebut, sebagai catatan yang cabut bukan hanya aku seorang, tapi lebih dari setengah isi kelas. Wow&#8230;! untung untuk kuliah yang terakhir ini tidak ada UTS, kalau ada bisa-bisa aku batal untuk berangkat nonton Tribute to Green Day.</p>
<p>            Langsung tancap gas ke Bandara Juanda! setengah jam kemudian sampai di tempat, tidak lupa sepeda motor juga ikut diinapkan di parkiran bandara^^. Masuk langsung check in, nunggu satu jam dan berangkatlah saat waktu menunjukkan pukul 14.30 WIB. 1,5 jam kemudian pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dengan sempurna (kayak kata pramugari, hehe&#8230;). Turun dari pesawat, lalu jalan melalui lorong penghubung ke gedung bandara, jadi ingat sama The Rain (band). Karena latar video klip The Rain pada lagu Perjalanan Tak Tergantikan mengambil set di tempat itu juga. <a href="http://www.youtube.com/watch?v=ZbOtLAxIQuQ">http://www.youtube.com/watch?v=ZbOtLAxIQuQ</a> Ga pake lama langsung menuju shelter bus Damri, naik bus tujuan Blok-M. Cukup lama bus ngetem di bandara, setengah jam lebih.</p>
<p>            Bus keluar dari area bandara sekitar jam 5 sore, lewat tol menembus keriuhan kota Tanggerang, beberapa menit kemudian masuk ke gerbang kota Jakarta. Walaupun ini bukan kunjungan pertamaku ke Ibu Kota, tapi ini adalah kunjungan ku yang kedua. Tetap saja tidak ada bedanya buat aku, karena kunjungan pertamaku sudah puluhan tahun silam dan aku buta Jakarta! itu fakta penting yang harus dipegang.</p>
<p>            Memasuki kota Jakarta aku disuguhi pemandangan bangunan tol yang cukup rumit yang tegak berdiri jauh di atas permukaan, layaknya menaiki <em>roler coaster</em>. Fakta pertama tentang Jakarta yang aku lihat bahwa Bajaj ternyata belum punah, aku melihat ke bawah tol dan ternyata masih ada banyak bajaj berkeliaran, persis saat aku dulu ke Jakarta, walaupun sekarang mungkin jumlahnya sudah berkurang.</p>
<p>            Berlanjut memasuki wilayah Jakarta Barat, bangunan besar nan menjulang khas megapolitan terpampang jelas di depan mata. Melewati Universitas Trisakti, jalan tol yang aku lewati ini mempunyai sejarah kelam di masa 1998, tepatnya bulan Mei, tepat di atas jalan tol ini penembakan terhadap beberapa mahasiswa Trisakti terjadi.</p>
<p><a href="http://wungkar.files.wordpress.com/2011/03/semanggi.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-196" title="semanggi" src="http://wungkar.files.wordpress.com/2011/03/semanggi.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p>            Lalu fakta berikutnya yang terjadi adalah <em>chaos on the street</em>, alias Kemacetan, baru nyadar kalau sudah memasuki jam 5 keatas, saatnya jam pulang kantor. Jarang dapat kesempatan terjebak kemacetan terparah di Indonesia, jadi aku hanya bisa menikmatinya. Seingat aku jalan yang dilewati adalah daerah Slipi, Senayan (MPR dan Kantor Menegpora RI), dan terakhir Blok-M. Perjalanan dari bandara Soehatt ke Blok-M di jam-jam tersebut memakan waktu sampai 2 jam. Tiba di Terminal Blok-M pukul 18.30, langsung beli minum buat buka puasa dan mengisi perut dengan soto khas Jakarta. Selesai urusan, langsung naik ojek ke arah Tee Box cafe.</p>
<p>            Sampai ditempat tepat pukul 7 malam, di sana sudah menunggu Frinaldy Wibianto dan saudaranya. Aldy adalah pendiri Idiot Club Indonesia (ICI), fans Green Day Indonesia. Kami ngobrol-ngobrol sambil nunggu teman-teman ICI yang lainnya. Acara mundur satu jam dari jadwal yang ditentukan, tepat pukul 8 malam acara di mulai. Review lengkap mengenai jalannya acara bisa dibaca di <a href="http://idiotclubindonesia.com/blog/2011/03/25/review-acara-never-too-loud-tribute-to-green-day-live-teebox-cafe/">http://idiotclubindonesia.com/blog/2011/03/25/review-acara-never-too-loud-tribute-to-green-day-live-teebox-cafe/</a>. Beruntung aku juga kebagian 2 cd album original Green Day, yaitu Kerplunk (atau lebih tepatnya 1039/Smoothed Out Slappy Hours) &amp; American Idiot. Acaranya juga diliput oleh MNC TV untuk dimasukkan ke tayangan Lintas Malam segmen Gaya Hidup di hari Sabtu jam 00.30 WIB. <a href="http://www.youtube.com/watch?v=G1aP-YdNCuE">http://www.youtube.com/watch?v=G1aP-YdNCuE</a></p>
<p>            <a href="http://wungkar.files.wordpress.com/2011/03/ici.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-197" title="ICI" src="http://wungkar.files.wordpress.com/2011/03/ici.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a>Selesai acara anak-anak ICI pada ngumpul melingkar di depan Tee Box cafe, acara yang benar-benar heboh dan menguras stamina karena semua larut dalam gerakan moshing, AC seakan tak berpengaruh banyak di dalam ruangan tersebut. Selanjutnya anak-anak ICI pada pulang kerumahnya masing-masing. Aku dapat tawaran baik dari Aldy untuk menginap di rumahnya, akhirnya kita bertiga (Aku, Aldy, dan Sudaranya) menaiki sepeda motor menembus sepinya jalanan Jakarta. Rumah admin ICI ini di daerah Petojo, Jakarta Pusat.</p>
<p>            Sebelumya aku dijamu makan malam, setelah itu tidur berdua di kamar atas. Pagi hari jam 06.30 aku bangun dan langsung membangunkan Aldy untuk segera pamit balik ke Surabaya. Dengan mata yang masih berat juga aku naik taksi menuju bandara. Sekitar setengah jam sampai di bandara Soehatt, aku langsung cari tiket tujuan Surabaya.</p>
<p>            Ini merupakan pengalamanku yang sulit untuk dilupakan, pertama mencari di loket Lion Air ada penerbangan ke Surabaya jam 11 siang, tapi harga yang ditawarkan terlalu tinggi, akhirnya aku pindah cari ke loket Sriwijaya, hasilnya yang ada malah keberangkatan jam 3. Terus daripada keliling bandara yang luas itu, aku putuskan untuk kembali ke loket Lion, dan ternyata penerbangan untuk jam 11 sudah habis, yang ada jam 3 sore. Wah, sumpah agak kacau saat itu, tapi aku berpikiran daripada pulang besok mending pulang hari ini walaupun dengan tiket yang lumayan mahal, 700ribuan lebih.</p>
<p>            Rekor pun terpecahkan, nunggu sampai 6 jam di bandara. Tiga jam sebelum keberangkatan aku sudah memasuki ruang tunggu penerbangan. Di sana aku berbincang dengan bapak-bapak yang juga mau pulang ke Surabaya, ternyata beliau tidak lebih mujur dariku, beliau membeli tiket yang sama dengan harga mencapai sejuta. Gilaa! Ya seperti inilah nasib kalau beli tiket pesawat mendekati jam keberangkatan.</p>
<p>            Jadwal keberangkatan mundur 30 menit dari semestinya, Alhamdulillah selama perjalanan yang berat dengan menembus cuaca yang kurang bersahabat, akhirnya sampai dengan selamat di bandara Juanda pada pukul 5 sore. Sidoarjo hujan deras, tapi di kota Surabaya hujan malah belum turun, yang ada cuma mendung. Sebelum pulang ke rumah cari makan dulu terus memperbaiki kacamata yang gagangnya patah akibat moshing kemarin. Sampai di rumah sekitar jam 8 malam. Seperti itulah petualanganku selama sehari ke Tribute to Green Day. Benar-benar petualangan yang luar biasa dan tak terlupakan.</p>
<p><a href="http://wungkar.files.wordpress.com/2011/03/196395_1598720179907_1593116119_31297286_6279099_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-198" title="196395_1598720179907_1593116119_31297286_6279099_n" src="http://wungkar.files.wordpress.com/2011/03/196395_1598720179907_1593116119_31297286_6279099_n.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a> </p>
<p>Terimakasih khususnya untuk Aldy atas tumpangannya dan teman-teman ICI untuk moshingnya, <em>you rock guys!</em></p>
<p>Juga untuk Mustang 88fm Never Too Loud yang sudah membuat acara ini dan memberikan aku 2 cd original Green Day. ^_^</p>
<p><em>Thank you, Thank you, Thank you, Thank you, Thank you, Thank you, Thank you&#8230;..       </em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wungkar.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wungkar.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wungkar.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wungkar.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wungkar.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wungkar.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wungkar.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wungkar.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wungkar.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wungkar.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wungkar.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wungkar.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wungkar.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wungkar.wordpress.com/194/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wungkar.wordpress.com&amp;blog=10267264&amp;post=194&amp;subd=wungkar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wungkar.wordpress.com/2011/03/30/petualangan-sehari-ke-tribute-to-green-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8af1a785db3208c41b9bc4291541ae6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wungkar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wungkar.files.wordpress.com/2011/03/ntl.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">NTL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wungkar.files.wordpress.com/2011/03/semanggi.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">semanggi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wungkar.files.wordpress.com/2011/03/ici.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ICI</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wungkar.files.wordpress.com/2011/03/196395_1598720179907_1593116119_31297286_6279099_n.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">196395_1598720179907_1593116119_31297286_6279099_n</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TIDAK ADA KEBENARAN HAKIKI DI DUNIA INI !!!</title>
		<link>http://wungkar.wordpress.com/2010/10/25/tidak-ada-kebenaran-hakiki-di-dunia-ini/</link>
		<comments>http://wungkar.wordpress.com/2010/10/25/tidak-ada-kebenaran-hakiki-di-dunia-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Oct 2010 14:45:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wungkar</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Words]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[ideologi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wungkar.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[      Indonesia terbentuk dari berbagai macam buah pikir atau ideologi tiap individu yang kemudian berkembang membentuk kelompok. Mulai dari kelompok nasionalis, agamis, hingga sosialis. Semua saling mengisi dalam rongga-rongga yang merenggang di sebuah bangunan yang bernama Indonesia. Menurut survey BPS (Badan Pusat Statistik) dari hasil sensus penduduk terakhir diketahui bahwa Indonesia memiliki 1.128 suku bangsa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wungkar.wordpress.com&amp;blog=10267264&amp;post=184&amp;subd=wungkar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">      Indonesia terbentuk dari berbagai macam buah pikir atau ideologi tiap individu yang kemudian berkembang membentuk kelompok. Mulai dari kelompok nasionalis, agamis, hingga sosialis. Semua saling mengisi dalam rongga-rongga yang merenggang di sebuah bangunan yang bernama Indonesia. Menurut survey BPS (Badan Pusat Statistik) dari hasil sensus penduduk terakhir diketahui bahwa Indonesia memiliki 1.128 suku bangsa yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Ini merupakan hiasan wajah negeri yang begitu menarik untuk dilihat. Bagaimana keragaman menjadi pedoman utama dalam berbangsa dan bernegara. Keheterogenan kelompok tersebut juga menjadi alat untuk membentuk country image di mata dunia. Begitu pula dengan kelompok yang menaungi satu atau beberapa suku bangsa di dalamnya, ini merupakan sistem kehidupan yang kompleks di mana negara digunakan sebagai pijakan atas berbagai alasan yang terjadi di dunia.</p>
<p style="text-align:justify;"> <a href="http://wungkar.files.wordpress.com/2010/10/p4ba1c791a2b6e1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-189" title="p4ba1c791a2b6e" src="http://wungkar.files.wordpress.com/2010/10/p4ba1c791a2b6e1.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p style="text-align:justify;">     <span id="more-184"></span> Dengan keberagaman tersebut tidak menutup kemungkinan untuk konflik muncul di tengah-tengahnya tanpa ada yang menduga. Konflik bagai kerikil kecil tajam yang bisa dengan mudah melukai talapak kaki. Darah nasionalis keluar dari telapak kaki negeri ini dan tidak mengaliri sistem kehidupan tubuh sebagaimana mestinya. Bekas luka tidak terhindarkan lagi untuk muncul dan mengganggu estetika, bahkan jiwa harus dikorbankan untuk mempertahankan agar luka tersebut tidak memperparah keadaan bagi keseluruhan tubuh negara. Indonesia merupakan kesatuan dari berbagai aliran ideologi kelompok yang harus dijaga kesehatannya layaknya tubuh manusia. Jika ada salah satu sistem yang terganggu maka itu akan terasa ke seluruh anggota tubuh, tanpa terkecuali. Waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkan luka tidak singkat dan biaya yang keluar juga tidak sedikit.</p>
<p style="text-align:justify;">      Indonesia terus meluka sampai saat ini, konflik dapat timbul dari berbagai alasan dan kepentingan. Selalu ada aktor intelektual yang mulai memanaskan konflik. Bagaimana seorang individu mempengaruhi pikiran orang lain untuk mencapai tujuan yang diinginkannya. Akan sangat sensitif jika konflik dilatarbelakangi oleh persoalan suku bangsa, ras, ataupun agama. Konflik juga berlaku bagi kelompok yang saling unjuk gigi demi harga diri dan kepentingan pribadi. Kelompok politik misalnya, harus berupaya sedemikian rupa untuk meraup suara konstituen sebanyak-banyaknya demi kemenangan. Jadi setelah menang agak sulit untuk mengabdikan diri pada negeri karena tujuan utama sudah tercapai, yaitu sebuah kemenangan. Demikian juga dengan kelompok separatis dan teroris, mereka sangat menjunjung tinggi ideologi yang mereka anggap sudah benar dan memakainya untuk beraksi.</p>
<p style="text-align:justify;">      Banyak darah yang tumpah membanjiri bumi pertiwi hanya untuk memperebutkan akar kebenaran yang sebetulnya bukan kebenaran hakiki. Kebenaran yang dipakai untuk menghalalkan kehidupan manusia di dunia. Jadi banyak manusia yang saling berkorban nyawa demi meperoleh pengakuan “benar” tanpa memperhatikan alasan “benar” dari pihak lain. Benar menurut orang lain bukan berarti benar menurut diri sendiri. Tanpa kajian yang jelas, kebenaran seakan dengan mudah dapat diakui oleh seseorang atau kelompok untuk membenarkan tindakannya di dunia ini. Spekulasi semacam ini yang mengakibatkan kedewasaan dalam berpikir mundur sangat jauh dalam berkehidupan sosial. Mereka yang saling bertikai telah melebihi batas untuk alasan benar, hingga benar itu harus hakiki baginya. Mereka tidak ingat bahwa kebenaran bersifat kompleks yang dapat digunakan oleh semua orang yang membutuhkannya. Sikap individualis seperti ini yang mengancurkan image kebenaran itu sendiri, memandang lurus kedepan tanpa menoleh samping kanan dan kiri.</p>
<p style="text-align:justify;">       Dibutuhkan lebih dari sekedar toleransi untuk saling memahami arti kebenaran pribadi masing-masing. Kebenaran yang dapat menyulut konflik perlu diredam dengan sikap dewasa dan berpikir positif. Emosi dapat dengan mudah terbakar, tapi berpikir rasional adalah sumber air yang sulit dicari untuk memadamkan amarah tersebut. Fanatik yang berlebihan membuat membuat seseorang atau kelompok menjadi buta akan makna kebenaran yang sejatinya diperuntukkan bagi setiap manusia. Membuka pola pikir untuk menempatkan kebenaran pada tempatnya dan tidak disalahgunakan. Dengan berbagai macam kelompok yang ada di Indonesia, pencarian atau penerapan kebenaran harus diwujudkan dengan fleksibel dan memperhatikan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Memberikan kebenaran yang paling benar di atas kebenaran yang lain merupakan cara jitu untuk mengurai benang kusut sebuah konflik. Kebenaran tersebut harus dibuktikan dan kadar benarnya harus lebih tinggi dari yang lain, dengan demikian kajian tentang kebenaran hanya berlangsung sengit di pemikiran kedua belah pihak yang bertikai tanpa harus melukai fisik salah satunya.</p>
<p style="text-align:justify;">      Mediasi tidak begitu berpengaruh besar jika kedua orang atau kelompok yang saling memperebutkan kebenaran tidak berkomitmen pada kesepatan yang telah terbentuk. Konflik ini telah memantik lebih besar lagi rasa “benar” pada diri seseorang untuk menyalahkan orang lain. Akar dari semua permasalahan adalah kebenaran individu atau kelompok yang terjajah dengan kebenaran yang dibawa oleh pihak lain. Seperti halnya kaum zionis yang mengklaim diri mereka benar dan berhak atas tanah yang telah dijanjikan Tuhan kepada mereka, walaupun diraih dengan cara kekerasan dan berasal dari sumber yang bisa diperdebatkan. Itulah sebabnya mengapa kebenaran harus dibuktikan, bersifat nyata, dan tegas tanpa ada yang bisa mendebatnya. Kebenaran yang dikejar oleh manusia hanya berlaku untuk kehidupan di dunia saja, sedangkan kebenaran hakiki milik Allah SWT berlaku di dunia dan akhirat serta tidak bisa diperdebatkan. Kebenaran hakiki tersebut juga digunakan sebagai penilaian manusia dan bentuk pertanggungjawaban atas segala tingkah lakunya selama di dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">      Kebenaran merupakan alasan mulia yang dipakai untuk membenarkan segala tindak kesalahan dan berlaku sebagai norma. Manusia dapat menciptakan kebenaran menurut versi mereka sendiri, tapi kebenaran yang mutlak atau hakiki hanya dimiliki oleh Allah SWT. Saling mengklaim benar di mata manusia belum tentu benar di mata Tuhan Sang Pencipta. Hukum merupakan alat untuk mengatur kehidupan manusia secara personal dan kelompok yang berpedoman pada kebenaran akan nilai luhur pribadi bangsa. Kebenaran berbanding lurus dengan keadilan, dengan keadilan ini kebenaran pihak tertentu dapat dibuktikan oleh lembaga pengadilan yang ditugaskan negara sebagai pengadil di antara mereka yang saling berkonflik memperebutkan kebenaran. Sebagai contoh hingga pertengahan tahun 2010 ini, total mereka yang mencari keadilan dalam lingkup politik daerah di MK (Mahkamah Konstitusi) mencapai 74 kasus. Dari jumlah tersebut sangat memungkinkan untuk terjadinya gesekan antar kepentingan yang bermain di dalamnya. Ini menunjukkan bahwa untuk membuktikan kebenaran memerlukan biaya yang tinggi dan sedikit urat penegas, jika tidak dikontrol maka olah otot pun tidak bisa dihindari.</p>
<p style="text-align:justify;">      Dari keadilan tersebulah kebenaran bisa dipaksakan kepada setiap orang dengan menggunakan sebutan hukum. Sangat rawan sekali apabila hukum yang mempunyai peran penting ini dipermainkan oleh perwakilan rakyat yang mempunyai tugas untuk membuat aturan hukum. Indonesia dikenal juga sebagai negara hukum yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran. Hukum buatan manusia ini yang banyak dikeluhkan oleh sebagian masyarakat. Tanpa mengurangi rasa lelah para pembuat aturan hukum, hanya beberapa yang mampu terselesaikan dari terget semula dan itupun tidak sedikit yang mengalami revisi dikarenakan pemikiran kritis masyarakat Indonesia. Terbukti dari target 269 rancangan undang-undang (RUU), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode periode 2004-2009 hanya mampu menyelesaikan 193 RUU dengan 11 UU Program Legislasi Nasional (Prolegnas) dan 58 UU mengenai pemekaran. Hal serupa bisa saja terulang pada DPR periode 2010-2014 yang menetapkan target menyelesaikan 247 RUU dan 55 RUU Prioritas.</p>
<p style="text-align:justify;">      Hukum karya manusia menampilakan kebenaran untuk memperoleh keadilan, tapi sampai saat ini hukum tersebut saling tanding untuk memenangkan perkara di meja hijau. Aturan yang satu mempunyai daya untuk memberatkan dan aturan yang lain dapat meringankan dakwaan seorang pesakitan. Berbagai aturan tersebut dapat digunakan secara bersamaan hingga akhirnya mengaburkan keadilan. Beda lagi dengan aturan yang belum sempurna, aturan ini mempunyai celah untuk dimanfaatkan oleh orang yang berkepentingan di dalamnya. Ada contoh dimana seorang calon walikota yang kini menjadi walikota terpilih Surabaya secara terbuka menjanjikan pada konstituennya untuk menyelesaikan masalah “Surat Ijo” dengan memanfaatkan celah hukum yang ada. Ini merupakan bentuk penghinaan terhadap hukum yang berlaku di Indonesia, bukti bahwa hukum dibuat belum sempurna dan dari ketidaksempurnaan itu ada segelintir orang yang memanfaatkannya. Belum lagi ada skandal suap yang menerpa DPR dalam hal pembuatan (pemesanan) UU agar menguntungkan sebagian pihak. Keadaan ini juga diperparah dengan laporan Badan Intelijen Negara (BIN) yang menyatakan bahwa terdapat 79 UU di DPR yang proses pembuatannya dikonsep oleh konsultan asing. Gambaran ini menunjukkan betapa keruhnya kebenaran yang berwujud hukum di Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">     Kebenaran dalam kehidupan dunia ini memang rumit untuk menemui jalan tengah. Kehidupan sosial dan hukum salah satu contoh nyata di mana keberadaan suatu pembenar dibutuhkan di dalamnya. Kebenaran bisa saja dimiliki oleh orang yang mempunyai hasrat tinggi, meskipun dengan proses pencapaian yang salah. Tidak ubahnya seperti gelar, pangkat, atau jabatan yang hanya menampilkan sisi luar semata. Diperebutkan hingga esensi kebenaran yang sejati tertutup atau sengaja ditutupi melalui mekanisme yang terjadi. Dengan keadaan seperti ini sebagian besar yang menjadi korban adalah individu atau kelompok minoritas yang memiliki kebenaran, tapi tertutupi oleh keadaan dan ketidakmampuan. Banyak sekali gambaran akan peristiwa tersebut di negeri ini, bahkan sampai orang yang seharusnya tidak bersalah malah jadi tersangka dan mendapatkan hukuman atas keputusan hakim tersebut. Seperti yang dialami oleh Prita Mulyasari menggenai keluhan terhadap pelayanan RS Omni yang berbuah hukuman penjara selama 6 bulan, sebelumnya ibu dua anak ini telah menjalani hidup di balik jeruji besi selama 21 hari atas kasus tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">      Mereka yang saling berteriak mulai dari ruang pengadilan, jalanan, hingga gedung dewan mencari dan memperebutkan kebenaran hingga tanpa sadar seperti menyentuh kebenaran hakiki yang hanya dimiliki oleh Sang Pengadil. Indonesia merdeka dengan keberagaman kelompok yang mempunyai tujuan dan pembenar untuk memerdekakan diri dari segala bentuk penjajahan. Sudah selayaknya cara untuk hidup dalam perbedaan tidak diperuncing dengan menyombongkan kebenaran yang dapat menimbulkan masalah baru. Menahan diri dan lebih berpikir rasional adalah tindakan awal yang dapat dilakukan oleh setiap pribadi. Untuk sementara penyampaian kebenaran di dunia ini tidak bisa dipukul rata, keheterogenan kelompok dalam suatu negara menjadi faktor utama dalam pertimbangan kebijakan publik. Mencoba menikmati indahnya kebersamaan dalam segala perbedaan yang ada akan lebih berguna dalam menyehatkan pikiran dan badan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wungkar.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wungkar.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wungkar.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wungkar.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wungkar.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wungkar.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wungkar.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wungkar.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wungkar.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wungkar.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wungkar.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wungkar.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wungkar.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wungkar.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wungkar.wordpress.com&amp;blog=10267264&amp;post=184&amp;subd=wungkar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wungkar.wordpress.com/2010/10/25/tidak-ada-kebenaran-hakiki-di-dunia-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8af1a785db3208c41b9bc4291541ae6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wungkar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wungkar.files.wordpress.com/2010/10/p4ba1c791a2b6e1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">p4ba1c791a2b6e</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PUNK; Musik yang mencerdaskan</title>
		<link>http://wungkar.wordpress.com/2010/07/27/punk-musik-yang-mencerdaskan/</link>
		<comments>http://wungkar.wordpress.com/2010/07/27/punk-musik-yang-mencerdaskan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 06:59:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wungkar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Music]]></category>
		<category><![CDATA[Hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[ideologi]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Punk]]></category>
		<category><![CDATA[Selera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wungkar.wordpress.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[           Musik punk identik dengan tempo yang meninggi dan beat yang khas. Dengan irama seperti itu tidak bisa dipungkiri lagi untuk tidak melakukan gerakan yang selaras memacu emosi sesaat. Menyalurkan semua gejolak yang tertahan dalam diri bersamaan dengan alunan musik menjadi rasa tersendiri bagi penikmatnya. Moshing, pogo, atau slam dance merupakan salah satu gerakan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wungkar.wordpress.com&amp;blog=10267264&amp;post=162&amp;subd=wungkar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://wungkar.files.wordpress.com/2010/07/green-day_sflb.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-163" title="Green Day_sflb" src="http://wungkar.files.wordpress.com/2010/07/green-day_sflb.jpeg?w=500" alt=""   /></a>           Musik punk identik dengan tempo yang meninggi dan beat yang khas. Dengan irama seperti itu tidak bisa dipungkiri lagi untuk tidak melakukan gerakan yang selaras memacu emosi sesaat. Menyalurkan semua gejolak yang tertahan dalam diri bersamaan dengan alunan musik menjadi rasa tersendiri bagi penikmatnya. Moshing, pogo, atau slam dance merupakan salah satu gerakan yang dimaksud, tentu dengan niat tidak untuk melukai.</p>
<p style="text-align:justify;">            Inilah timbal balik dari arus musik yang begitu deras menghantam gendang telinga hingga mampu menjebolkan pikiran agar bertindak sedikit desktruktif dalam mencapai tahap D.I.Y (Do It Yourself). Tindakan membuang amarah yang cerdas jika dibarengi dengan niat menyenangkan diri sendiri, terlebih orang lain yang berada disekitar agar tidak timbul konflik.<span id="more-162"></span></p>
<p style="text-align:justify;">            Perkembangan industri musik yang muncul di permukaan bumi Indonesia saat ini terasa hambar dan membosankan. Bak jamur yang tumbuh di musim hujan, orang secara tidak langsung dipaksa untuk menikmati sebuah hiburan, ya.. hanya sebuah hiburan! Tanpa atau dengan sedikit makna yang mencerdaskan bagi penikmat musik tersebut. Mungkin sekilas dapat menyejukan diri atas dahaga panjang selama perjalanan mengisi kehidupan.</p>
<p style="text-align:justify;">            Banyak bentuk muka musik yang ada di Indonesia, tapi hanya populer/mainstream yang menjadi raja di telinga mereka. Disebut musik populer karena banyak orang yang mendengarkan, terlebih menyukai musik yang mengikuti selera pasar namun tidak mau dikata pasaran. Aneh memang, ya beginilah kalu bicara soal selera, hingga batasan alam setinggi apapun akan sirna dan hanyut terbawa ego diri.</p>
<p style="text-align:justify;">            Beda lagi ceritanya kalau musik Punk yang berteriak, butuh saringan yang benar- benar halus untuk bisa menikmati alunan musik tersebut. Itu ditujukan kepada orang-orang awam yang ingin mengenal Punk lebih dari sekedar tampilan belaka. Punk dengan segala keterbatasannya juga bisa mencerdaskan anak bangsa lewat karya musisi yang berideologi pemberontak. Pemberontak dalam tulisan ini adalah yang bersifat progressif demi kemajuan suatu bangsa agar tidak terbuai dengan kemunafikan yang tejadi.</p>
<p style="text-align:justify;">            Mencoba untuk mengingatkan bagaimana kita sebagai rakyat dapat dengan mudah terbodohi oleh penguasa yang menguasai kita secara hukum tata negara. Cerdas karena tidak selalu menyuguhkan cinta dalam arti sempit, punk juga mewarnai opini masyarakat dengan gambaran yang terbentuk dalam nada bersyair kehidupan sosial, politik, ekonomi, budaya, dll.</p>
<p style="text-align:justify;">            Dengan mendengarkan musik punk, seakan membaca koran yang bersuara dengan hentakan yang memacu amarah atas ketidakberesan yang terjadi. Penuh semangat dan gairah, tidak terbatas pada selera pasar, dan teman dalam mencari jati diri sejati. Tidak seperti kebanyakan musik mainstream yang harus memiliki kekuatan untuk menghancurleburkan hati seseorang dengan alunan yang tidak berbobot dan makna yang berulang kali terucap. Memang selera orang berbeda-beda, tapi dari perbedaan itu ada banyak kesamaan yang tidak disengaja. Hanya mereka belum sadar bahwa kekutan pasar di Indonesia belum bisa berbuat banyak untuk ekspansi ke dunia Internasional.</p>
<p style="text-align:justify;">            Musik punk tidak dapat dipisahkan dengan punkers, mereka berjalan berdua bergandengan tangan dan melakukan tindakan gila sesuka hatinya. Telah terjadi <em>fashion victim</em> yang ditularkan secara tidak langsung oleh kaum punkers. Ironinya gaya seperti itu muncul pada jalur mainstream yang mungkin tidak mereka ketahui definisi apa yang ada pada atribut yang dipakai utuk menghibur tersebut. Tak ubahnya seperti badut yang yang berdandan lucu agar penonton terhibur disamping lagu yang mudah didengarkan (easy listening) dan mudah dibuang.</p>
<p style="text-align:justify;">            Begitu tragis kelakuan penikmat musik di Indonesia ini, pintar memilih tanpa ada alasan yang kuat untuk memilih. Inilah gelaran pasar yang seharusnya dapat mencerdaskan kehidupan bangsa agar tidak apatis berlebih dan terbuai oleh keadaan yang sebetulnya tak lebih dari korban politik.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wungkar.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wungkar.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wungkar.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wungkar.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wungkar.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wungkar.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wungkar.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wungkar.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wungkar.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wungkar.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wungkar.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wungkar.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wungkar.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wungkar.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wungkar.wordpress.com&amp;blog=10267264&amp;post=162&amp;subd=wungkar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wungkar.wordpress.com/2010/07/27/punk-musik-yang-mencerdaskan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8af1a785db3208c41b9bc4291541ae6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wungkar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wungkar.files.wordpress.com/2010/07/green-day_sflb.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">Green Day_sflb</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>WAJAH CALON PEMIMPIN BANGSA</title>
		<link>http://wungkar.wordpress.com/2010/03/08/representatif-pemimpin-bangsa/</link>
		<comments>http://wungkar.wordpress.com/2010/03/08/representatif-pemimpin-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 15:04:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wungkar</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Words]]></category>
		<category><![CDATA[anarkis]]></category>
		<category><![CDATA[demonstrasi]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[ideologi]]></category>
		<category><![CDATA[Konspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[ricuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wungkar.wordpress.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Banyak alasan yang menimbulkan panggilan hati dari para mahasiswa untuk melakukan aksi turun ke jalan. Salah satunya yang paling intens belakangan ini adalah perkembangan kasus skandal Century. Merasa geram, gelisah, dan kecewa atas penanganan kasus tersebut membuat sketsa tentang seberapa besar potensi kekisruhan yang terjadi dalam aksi jalanan. Seakan memuncak tanpa berpikir sebagaimana yang melekat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wungkar.wordpress.com&amp;blog=10267264&amp;post=153&amp;subd=wungkar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://wungkar.files.wordpress.com/2010/03/demo1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-154" title="demo1" src="http://wungkar.files.wordpress.com/2010/03/demo1.jpg?w=500" alt=""   /></a>Banyak alasan yang menimbulkan panggilan hati dari para mahasiswa untuk melakukan aksi turun ke jalan. Salah satunya yang paling intens belakangan ini adalah perkembangan kasus skandal Century. Merasa geram, gelisah, dan kecewa atas penanganan kasus tersebut membuat sketsa tentang seberapa besar potensi kekisruhan yang terjadi dalam aksi jalanan. Seakan memuncak tanpa berpikir sebagaimana yang melekat dalam diri mahasiswa, gesekan sedikit dan dorongan <em>invisible hand</em> semakin mempejelas esensi <em>street parliament </em>yang sejalan dengan “kehidupan jalanan”. Tak beda dengan yang dijalan, para wakil rakyat yang terhormat juga melakukan perilaku yang keluar dari norma persidangan.<span id="more-153"></span></p>
<p>Wakil rakyat tak mau kalah dengan juniornya dalam hal perebutan <em>people share</em>. Para anggota DPR berdaya saing dengan cara menciptakan atmosfer panas di dalam gedung kura-kura yang melebihi aksi rendahan di jalan. De Javu gerakan 1998 masih membahana dalam pemikiran mahasiswa untuk memerangi rezim yang berkuasa. Semangat berapi-api yang tak terkendali menyebabkan terbakarnya sejumlah amarah dari warga yang terganggu akan haknya untuk menggunakan jalan. Contoh kecil dari Makasar membuka mata semua orang bahwa gerakan anarkis yang di lakukan mahasiswa menyebabkan ketakberpihakan terhadap rakyat, khususnya pengguna jalan.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wungkar.files.wordpress.com/2010/03/demo8.jpg"><img class="size-full wp-image-155  aligncenter" title="demo8" src="http://wungkar.files.wordpress.com/2010/03/demo8.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p>Demi kebenaran, mahasiswa membutakan diri dari sekitar, seolah restu dari rakyat telah didapat. Lingkaran siklus anarkis terus berputar seiring regenerasi yang ada, mulai dari pemuda (mahasiswa) yang merupakan representatif pemimpin bangsa sampai ke tingkat terhormat. Atas nama rakyat mereka melegalkan ego masing-masing sampai melebihi batas.</p>
<p>Penyampaian yang berlebih hanya akan membuang tenaga, lebih baik para mahasiswa melakukan dengan cara yang beradab dan layaknya sebagai manusia. Kepekaan pemerintah dalam menanggapi aksi mahasiswa harus cepat dan tepat, mengelola konflik yang terjadi demi kebenaran yang nyata. Partisipasi rakyat juga diharapkan dalam membangun negara agar tidak terperosok berkali-kali di lubang yang sama. Berpikir obyektif terhadap permasalahan yang ada tanpa menyudutkan berbagai pihak.</p>
<p>Pemerintah harus aktif menyerap segala aspirasi dengan lebih mendekat agar tidak menimbulkan masalah baru dari penyampaian aspirasi tersebut. Masih banyak jalan yang belum dilewati dalam pencarian solusi atas masalah yang terjadi di Negeri ini. Mahasiswa seharusnya menerapkan implementasi demokrasi yang baik dan benar dengan memanfaatkan kecerdasan berpikir dan kedewasaan berperilaku.</p>
<p>Tataran diskusi harus berujung pada benak wakil rakyat, jangan terbuang percuma di jalan. Mahasiswa adalah garda terdepan dalam proses perubahan bangsa menuju kebaikan yang hakiki, tapi itu semua tercoreng oleh oknum yang menggunakan kepalan tangan, batu, dan cacian yang menunjukkan seberapa besar perubahan bangsa yang nampak kedepannya. Suram! Itulah mungkin gambaran dari representatif pemimpin bangsa di masa depan.</p>
<p><a href="http://wungkar.files.wordpress.com/2010/03/demo.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-156" title="demo" src="http://wungkar.files.wordpress.com/2010/03/demo.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p><a href="http://wungkar.files.wordpress.com/2010/03/demo3.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-157" title="demo3" src="http://wungkar.files.wordpress.com/2010/03/demo3.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wungkar.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wungkar.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wungkar.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wungkar.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wungkar.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wungkar.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wungkar.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wungkar.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wungkar.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wungkar.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wungkar.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wungkar.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wungkar.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wungkar.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wungkar.wordpress.com&amp;blog=10267264&amp;post=153&amp;subd=wungkar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wungkar.wordpress.com/2010/03/08/representatif-pemimpin-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8af1a785db3208c41b9bc4291541ae6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wungkar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wungkar.files.wordpress.com/2010/03/demo1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">demo1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wungkar.files.wordpress.com/2010/03/demo8.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">demo8</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wungkar.files.wordpress.com/2010/03/demo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">demo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wungkar.files.wordpress.com/2010/03/demo3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">demo3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MOHAWK BUKANLAH SEBUAH PRESTISE</title>
		<link>http://wungkar.wordpress.com/2009/12/06/mohawk-bukanlah-sebuah-prestise/</link>
		<comments>http://wungkar.wordpress.com/2009/12/06/mohawk-bukanlah-sebuah-prestise/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 14:56:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wungkar</dc:creator>
				<category><![CDATA[My World]]></category>
		<category><![CDATA[ideologi]]></category>
		<category><![CDATA[Konspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Punk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wungkar.wordpress.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[  Bermula dari rasa gusar yang mampir di otak setelah terlibat percakapan singkat secara tidak langsung dengan anak punk yang berasal dari Jakarta. Dia biasa hidup di jalanan di beberapa kota di Indonesia, hingga kali ini dia bertandang ke Surabaya. Sudah tiga bulan ini dia hidup di Surabaya -Kota terbesar kedua di Indonesaia-, sebelumnya dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wungkar.wordpress.com&amp;blog=10267264&amp;post=138&amp;subd=wungkar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>  Bermula dari rasa gusar yang mampir di otak setelah terlibat percakapan singkat secara tidak langsung dengan anak punk yang berasal dari Jakarta. Dia biasa hidup di jalanan di beberapa kota di Indonesia, hingga kali ini dia bertandang ke Surabaya. Sudah tiga bulan ini dia hidup di Surabaya -Kota terbesar kedua di Indonesaia-, sebelumnya dia merantau ke Kaltim dan menetap agak lama juga di Malang bersama temanya. Terlihat seperti punker pada umumnya, dengan baju hitam yang terlihat kumal, celana pensil warna hitam, sepatu boot, percing dan tindik di beberapa bagian tubuh, serta yang tidak kalah pentingnya adalah kreasi jarum dan tinta di kulit berwarna –ambil sedikit kutipan dari liriknya SID, ga masalah kan..???- a.k.a Tato yang mulai pudar warnanya tergores debu jaman. Bagi orang awam ini mungkin agak mengerikan untuk dilihat, tapi fashion itu berbeda terbalik dengan pandangan orang tersebut jika sudah mengetahui beberapa perilaku yang ditampilkan secara tersembunyi. Bukan maksud membanggakan secara berlebihan tentang anak punk, tapi ada dari beberapa punkers yang mempunyai tabiat yang tidak pantas untuk ditiru (hehehe&#8230;. nulisnya masih pake akal sehat rupanya!!!) karena berbagai alasan, kalau untuk penilaian yang satu ini terserah bagaimana baiknya anda menyikapi. Itulah sekilas tentang sosok anak Punk Jalanan (bukan sekedar lagu akustik yang dirubah jadi dangdut koplo jingkrak) yang masih melekat secara identik di jaman yang terus maju mengikuti pasar.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/12/mohawk2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-139" title="mohawk2" src="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/12/mohawk2.jpg?w=500&#038;h=500" alt="" width="500" height="500" /></a></p>
<p><span id="more-138"></span>Aku terdorong untuk menulis ini karena ada sebuah cerita yang mengganggu tentang pemahaman utuh dari sebuah ideologi punk. Suatu ketika dia (anak punk yang aku ceritakan di atas tadi) terjaring razia oleh oknum preman yang direkrut oleh kepolisian pamong praja –ini menurut pengakuannya lho&#8230;- untuk “membersihkan” kota Surabaya tercinta ini dari apa yang mereka sebut sebagai “sampah masyarakat” . Preman tersebut membawa secara paksa kedua punker yang sedang asik ngobrol di Taman Punk Surabaya atau yang biasa disebut Taman PS. Singkat cerita mereka di bawa dan di taruh di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos), Keputih. Maksud hati untuk dibina, malah disana dia bercerita tentang aparat yang menganggapnya “gila” karena jiwa pemberontaknya muncul setelah ada niat aparat yang memberikan wewenang kepada preman itu untuk mencukur habis rambut mohawknya tersebut –jadi semakin tegang nih&#8230;.-. Perlakuan kasar pun terpaksa dilakukan demi memangkas habis gaya rambut yang dianggap meresahkan warga tersebut. Apa daya kata dan jiwa pemberontaknya hanya dianggap sebagai ocehan tak berisi, aparat tidak menerima juga alasan dari dia yang menampilkan gaya tersebut hanya sebagai tampilan kreasi dan penunjukkan jati diri. Akhirnya dengan terpaksa dia menerima bentuk baru rambutnya yang agak pelontos tersebut -yang sabar ya bro&#8230;!!! skinhead gitu,..-.</p>
<p>Dia juga menceritakan bagaimana kehidupan selama beberapa hari di Liponsos keputih, ada suatu saat dia diberi obat penenag yang lazim digunakan untuk orang gila dengan maksud memberi ketenangan secara emosi, alias “gilanya” gak kumat lagi. Entah kenapa penjaga di situ memberinya obat semacam itu, mungkin karena rancuannya yang udah melampaui batas bagi tingkat kewajaran manusia normal –waduh itu pemberontak kok disamakan sama orang gila ya..???-. Dia juga berpendapat bahwa “disana (liponsos), orang yang sembuh bisa jadi gila dan orang yang gila masuk sana bisa jadi sembuh dan bebas untuk keluar”. Terlihat konyol pernyatannya tersebut, tapi itulah wajah asli yang nampak dari pemikirannya. Akhir cerita dia dan juga temannya tersebut keluar setelah hari ketiga karena mendapat jaminan dari temannya yang ada di luar sana, tentu dengan tatanan rambutnya yang plontos serta tindik dan percing yang tak luput dilepas oleh aparat dari tubuhnya. Menampilkan sosok baru punker yang “lebih ramah” bagi sebagian orang –Damn..!!! mereka merenggut kebanggaanku (mungkin itu yang ada di kata hatinya)-.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/12/punkmohawk1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-142" title="PunkMohawk" src="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/12/punkmohawk1.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p>Setelah keluar dia bisa berkumpul lagi dengan punkers lainnya dari sekitar kota Surabaya, khususnya daerah gubeng. Memulai aktivitas secara normal, hidup di jalan dan mencari uang dengan ngamen di perempatan, tentu harus waspada dengan ancaman razia yang dilakukan oleh Pol PP sewaktu-waktu. Mungkin dalam hatinya meggerutu tak karuan, tapi dia tetap tegar dan bahagia dalam menjalani setiap hari-harinya. Itu semua merupakan lanskap kehidupan kaum minoritas yang luput dari perhatian masyarakat. Banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari cerita tersebut, tentang bagaimana seorang punker yang tetap bisa bertahan hidup dan yang terpenting tidak merubah image punk kepada setiap mata sinis orang yang memandang.</p>
<p>Terbukti tanpa rambut mohawk dia bisa hidup secara normal lagi dan yang terpenting tak lama-lama harus memikirkan berapa lama lagi bisa membentuk rambut mohawnya seperti dulu lagi. Setelah melihat bagaimana susahnya dia mencari uang dan bergaul dengan sekitarnya –waktu itu aku tak sengaja ikut di dalamnya-, semakin menambah keyakinanku kalau mohawk bukanlah kebanggaan yang harus diutamakan oleh punker, melainkan bagaimana menjalankan kehidupanya agar sesuai dengan kaidah berontak yang masih berada di jalur ideologi punk. Mohawk bukanlah segala-galanya, toh.. dia masih bisa tersenyum dengan sesama seakan sudah melupakan kejadian sebelumya. Jadi memberontak akan masa lalu dan berpikir kedepan harus dijadikan prioritas agar tak menjadi seperti kelinci yang tersalip kura-kura di akhir pertandingan.</p>
<p>Prestise (kebanggaan) seseorang berbeda-beda, juga para punker, salah satunya mohawk yang dijadikan penunjuk jati diri fisik kalau dirinya adalah anak punk. Banyak kita jumpai di jalanan mereka sebagai anak “punk” tanpa mohawk yang berjalan menyusuri kerasnya kehidupan, bahkan sebagian kecil dari mereka menggunakan model rambut gimbal ala rasta. Itulah sebagian kecil masalah fashion yang bukan sekedar gaya atau unjuk diri agar dianggap berstrata di atas preman. Mohawk merupakan gaya rambut menjulang ke langit yang sudah turun-temurun diwariskan oleh para pendahulu punker dengan mencerminkan penghormatan terhadap suku Indian yang hidupnya terinjak dan tertindas oleh kekuasaan pendatang Inggris kapitalis yang “menjajah” wilayah Amerika, khususnya Amerika Serikat.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/12/img_8256-copy1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-143" title="img_8256-copy" src="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/12/img_8256-copy1.jpg?w=500&#038;h=333" alt="" width="500" height="333" /></a></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/12/mohawk4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-144" title="mohawk4" src="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/12/mohawk4.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wungkar.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wungkar.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wungkar.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wungkar.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wungkar.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wungkar.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wungkar.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wungkar.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wungkar.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wungkar.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wungkar.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wungkar.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wungkar.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wungkar.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wungkar.wordpress.com&amp;blog=10267264&amp;post=138&amp;subd=wungkar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wungkar.wordpress.com/2009/12/06/mohawk-bukanlah-sebuah-prestise/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8af1a785db3208c41b9bc4291541ae6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wungkar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/12/mohawk2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mohawk2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/12/punkmohawk1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">PunkMohawk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/12/img_8256-copy1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">img_8256-copy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/12/mohawk4.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mohawk4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SULITNYA UNTUK MERASA ADIL DI HADAPAN HUKUM</title>
		<link>http://wungkar.wordpress.com/2009/11/25/sulitnya-untuk-merasa-adil-di-hadapan-hukum/</link>
		<comments>http://wungkar.wordpress.com/2009/11/25/sulitnya-untuk-merasa-adil-di-hadapan-hukum/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 07:34:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wungkar</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Words]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Konspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wungkar.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[  Bermula dari pergerakan mahasiswa tahun 1998 yang menginginkan reformasi total di segala aspek kehidupan bernegara. Mulai dari tahun 1998 sampai sekarang Indonesia menjadi negara yang demokratis dan tidak terpaku secara penuh oleh kekuasaan satu orang saja, yaitu Presiden. Kekuasaan pusat untuk mengatur keberadaan lembaga-lembaga negara dibatasi agar seakan-akan tidak membentuk warna Orde Baru pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wungkar.wordpress.com&amp;blog=10267264&amp;post=104&amp;subd=wungkar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>  Bermula dari pergerakan mahasiswa tahun 1998 yang menginginkan reformasi total di segala aspek kehidupan bernegara. Mulai dari tahun 1998 sampai sekarang Indonesia menjadi negara yang demokratis dan tidak terpaku secara penuh oleh kekuasaan satu orang saja, yaitu Presiden. Kekuasaan pusat untuk mengatur keberadaan lembaga-lembaga negara dibatasi agar seakan-akan tidak membentuk warna Orde Baru pada kanvas Orde Reformasi saat ini. Tidak terkecuali kontrol terhadap penegak hukum seperti Polri dan Kejaksaan yang dirasa tidak dapat penuh dan hanya berupa dorongan kata tanpa daya memaksa.</p>
<p><a href="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/11/mahasiswa-bangkit-dalam-gerakan-mahasiswa-untuk-reformasi-mei-1998.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-105" title="gerakan mahasiswa reformasi mei 1998" src="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/11/mahasiswa-bangkit-dalam-gerakan-mahasiswa-untuk-reformasi-mei-1998.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p><span id="more-104"></span></p>
<p>Seiring berjalannya Reformasi sampai sekarang, banyak istitusi negara yang berjalan lebih demokrasi dan lepas dalam menentukan kehidupannya sendiri. Kurangnya penekanan yang sebenarnya akan membuat lembaga negara semacam penegak hukum menjadi angin-anginan dalam pengabdiannya kepada mayarakat. Seakan memberi antibodi pada tubuh hukum di Indonesia, penegak hukum saat ini malah tak kuasa untuk mengakui luka yang dideritanya saat ini. Keadaan ini semakin diperparah dengan sikap penegakkan hukum yang didirikan setegak-tegaknya, entah bagaimana cara yang dipakai hingga jelas perkaranya dan baru saat itu hukum mampu digunakan untuk mengadili seseorang yang diduga bersalah.</p>
<p>Reformasi yang dibutuhkan sekarang hanyalah pada bagian tubuh di beberapa lembaga negara, tak terkecuali tubuh si penegak hukum. Beda dengan reformasi yang berlangsung di tahun 1998, di akhir tahun 2009 ini reformasi sangat perlu untuk dikonsumsi oleh tubuh penegak hukum. Tentu dengan takaran yang pas sesuai anjuran ahlinya agar tidak terluka lagi seperti keadaan yang terdahulu atau bahkan lebih parah lagi. Hijrahnya institusi penegak hukum harus diikuti oleh seluruh aspek pembentuknya, dimulai dari hulu yang kemudian berakhir pada hilir kekuasaan.</p>
<p>“Sulitnya untuk merasa adil di hadapan hukum” harus diluruskan oleh istitusi penegak hukum itu sendiri agar pernyataan tersebut tidak berkembang pesat dan berujung pada matinya kepercayaan masyarakat pada institusi ini. Jika sikap apatis tersebut benar-benar terjadi maka pajak yang dibayarkan oleh rakyat untuk negara tak lebih dari sekedar pemberat kehidupan semata. Dengan kinerja yang selama ini ditampilkan oleh institusi penegak hukum, tentu tanpa meninggalkan segala keberhasilan yang telah dicapai, sudah cukup untuk membuat rakyat lebih dewasa dan dapat melindungi diri dari segala bentuk pembodohan yang ada.</p>
<p><a href="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/11/taxmonster.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-106" title="TaxMonster" src="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/11/taxmonster.jpg?w=500" alt=""   /></a></p>
<p>Banyak cara untuk melakukan reformasi pada tubuh institusi penegak hukum, mulai dari pembenahan personal diri sampai kinerja yang mengakibatkan bentuk timbal balik dari masyarakat berupa rasa percaya akan wajah keadilan di muka penegak hukum Indonesia. Moral yang berasas keadilan bagi rakyat harus dimiliki oleh para penegak hukum sampai tingkat terbawah. Keadilan tentu harus diutamakan karena unsur tersebut yang membentuk berjuta halaman tulisan dengan judul hukum. Tanpa memperdulikan celah yang ada, kinerja harus optimal dan menghasilkan rasa adil bagi ukuran manusia.</p>
<p><a href="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/11/scales-justice.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-107" title="scales-justice" src="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/11/scales-justice.jpg?w=500" alt=""   /></a><!--more--></p>
<p><!--more--><!--more--><!--more--><!--more--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wungkar.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wungkar.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wungkar.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wungkar.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wungkar.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wungkar.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wungkar.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wungkar.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wungkar.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wungkar.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wungkar.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wungkar.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wungkar.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wungkar.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wungkar.wordpress.com&amp;blog=10267264&amp;post=104&amp;subd=wungkar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wungkar.wordpress.com/2009/11/25/sulitnya-untuk-merasa-adil-di-hadapan-hukum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8af1a785db3208c41b9bc4291541ae6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wungkar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/11/mahasiswa-bangkit-dalam-gerakan-mahasiswa-untuk-reformasi-mei-1998.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gerakan mahasiswa reformasi mei 1998</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/11/taxmonster.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">TaxMonster</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/11/scales-justice.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">scales-justice</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa Harus PUNK ?</title>
		<link>http://wungkar.wordpress.com/2009/11/13/kenapa-harus-punk/</link>
		<comments>http://wungkar.wordpress.com/2009/11/13/kenapa-harus-punk/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 01:24:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wungkar</dc:creator>
				<category><![CDATA[My World]]></category>
		<category><![CDATA[ideologi]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[Punk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wungkar.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[  Mungkin pertanyaan mendasar ini banyak bermunculan di benak sebagian orang ketika aku mempunyai pandangan yang dapat mengisi sebagian besar kotak musikku dengan dentuman kencang ciri khas punk. Walaupun tidak bergaya selakyaknya anak punk, aku tetaplah menyimpan jiwa punk yang sampai saat ini masih aku gali dan aku saring sesuai adat istiadat budaya timur tanpa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wungkar.wordpress.com&amp;blog=10267264&amp;post=72&amp;subd=wungkar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>  Mungkin pertanyaan mendasar ini banyak bermunculan di benak sebagian orang ketika aku mempunyai pandangan yang dapat mengisi sebagian besar kotak musikku dengan dentuman kencang ciri khas punk. Walaupun tidak bergaya selakyaknya anak punk, aku tetaplah menyimpan jiwa punk yang sampai saat ini masih aku gali dan aku saring sesuai adat istiadat budaya timur tanpa ada paksaan untuk menelan mentah-mentah budaya asli punk yang berasal dari barat, khususnya negara Inggris. Musik dan ideologi dalam punk saling berkaitan, didahului oleh ideologi (pemikiran) dari manusia yang menginginkan rasa kebebasan dari segala bentuk penindasan, seiring dengan kejenuhan untuk berpikir, maka mereka (kaum punk) lebih realistis dalam bentuk penyampaiaan ideologinya, salah satunya yang memungkinkan pada waktu itu adalah melalui jalur musik. Musik yang dihasilkan bertempo cepat dan penuh semangat agar emosi dari jiwa tertindas mereka terlepas keluar dan tidak merugikan orang lain (itulah yang menjadi cikal bakal moshing dan pogo). Itulah sekilas pandanganku tentang punk yang selama ini masih menjadi antibodi dalam tubuh agar aku selalu berpikir positif untuk menghadapi segala hal.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/11/street-punk2.jpg"><img class="size-full wp-image-75 aligncenter" title="street punk" src="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/11/street-punk2.jpg?w=500" alt="street punk"   /></a></p>
<p><span id="more-72"></span><br />
Pertama aku kenal dunia punk melalui jalur musik yang dikenalkan secara tidak sengaja oleh temanku sewaktu kelas 3 SMP. Musik ini mampu memacu semangatku lebih dari yang sebelumnya, walaupun pada waktu itu aku tidak tahu-menahu tentang arti harfiah dari “PUNK” itu sendiri. Musik punk pertama yang mendapat kehormatan untuk diperdengarkan oleh kupingku ini adalah nada-nada berirama cepat yang diproduksi oleh Superman is Dead (SID). Musik punk pertama dari luar negeri yang aku kenal melalui pendengaranku sendiri adalah musik sarat kontroversi dari Green Day, yaitu American Idiot. Kedua band ini membuka lembaran baru tentang proses kedewasaan dalam pencarian jati diri yang membuatku sangat takjub untuk melihat dunia yang benar-benar baru di depan mataku. Satu langkah kaki lagi dalam proses pencapaian musik yang lebih mantap dan serius.</p>
<p>Materi pendalaman berlangsug semenjak aku memakai seragam putih abu-abu. Di masa SMA ini aku melihat lebih terang lagi tentang keterikatan dunia punk yang dapat dengan lancar merasuki alam pikiranku. Dalam masa ini aku juga mengenal lebih banyak lagi musisi punk, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Pada tanggal 16 Nopember 2006 menjadi titik awal dalam dunia bermusikku, hari tersebut menjadi sejarah untuk pertama kalinya aku dalam band Disasterpiece menyuarakan bentuk wajah punk dalam goresan nada musik. Setelah itu terbentuklah Dump Memory sebagai penerus perjuangan dari semangat ide terdahulunya. Tidak hanya disitu, musik punk mencapi puncak tertinggi pada saat aku masih kelas 1-2 SMA sebelum akhirnya kerusuhan di AJBS Food Tunnel (yang pada masanya itu dijadikan <em>basecamp</em> untuk <em>perform</em> para band punk dari kota Surabaya dan sekitarnya) pecah dan mengakibatkan kerugian yang besar dari cafe tersebut. Untungnya pada saat kerusuhan tersebut aku tidak sempat berkunjung kesana seperti biasanya dikarenakan memasuki masa ujian (masih bisa mikir pelajaran juga ya? he..he&#8230;). Perlahan tapi sangat pasti pengikut punk mulai menurun drastis setelah kejadian itu, terbukti dengan mulai sepinya pergolakan dari areal sekitar Gang Setan (GS). Tempat berkumpul para musisi punk untuk menyuarakan musiknya pada setiap sabtu malam (AJBS Food Tunnel) tidak terbit lagi alias berpindah jalur yang lebih <em>soft</em>. Seiring runtuhnya ideologi karena paksaan gaya hidup yang besar dari punk membuat beberapa oknum dari kalangan <em>punk</em> itu sendiri berpindah jalur ke yang lebih “<em>in”</em> di saat itu. Apa daya mereka (para punk hari ini) mencoba melawan arus tapi terbukti mereka tak kuasa untuk membendung arus tersebut, jadilah mereka terseret arus deras yang berujung pada pembunuhan karakter diri. Aku terus berdiri dan tak peduli terinjak gaya hidup untuk memperjuangkan nilai positif yang ditampilkan dari sosok kumal sebuah pemikiran yang disebut Punk.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-92" title="ajbs" src="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/11/ajbs.jpg?w=500" alt="ajbs"   /></p>
<p>Sekarang di mana saatnya musik punk lebih berpijar dalam sudut keremangan hiburan industri musik. Semua yang telah menjadi sejarah dalam masa depan kini akan berguna jika ada beberapa hikmah yang bisa dimanfaatkan demi ketahanan ideologi di masa mendatang. Masuk bangku perkuliahan tak membuat semangatku pada musik punk mengendur, lebih banyak lagi <em>hunting</em> refrensi dari para musisi punk luar yang berstatus kuda hitam dalam peta musik dunia. Membuka lebih lebar tentang kombinasi beberapa aliran yang cocok digabungkan dengan aliran punk. Harus jadi ! jadi lebih baik dan membuktikan bahwa diri ini punya corong kualitas tinggi melalui permainan tangan penghasil nada. Itulah tujuan awal dalam tahap kehidupanku kini, semoga berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti. Amien!!!</p>
<p>Lebih dalam lagi tentang punk setelah masa perkenalanku dengan musiknya, sekarang unsur pembentuk punk yang utama adalah Ideologi (cara pandang/ pemikiran). Bersamaan dengan belajar mencerna alunan suara punk, aku juga sempat mempelajari asal-usul tentang punk dan arti dari semua kegilaan yang ditampilkan oleh sosok luar seorang <em>punker</em>. Cara hidup dan berpikir para pendahulu di dunia punk juga aku cermati dengan seksama dan meminimalkan celah negatif yang ada. Di pertengahan tahun ini secara tidak sengaja aku menemukan beberapa potongan film dokumenter dari Susan Dynner dan Todd Trana tentang punk secara keseluruhan yang berjudul PUNK NOT DEAD di Youtube. Mulai aku rakit satu-per satu dengan menggunakan <em>windows movie maker</em> dan jadilah film editan tangan yang beredar di kalangan sendiri. Tak diduga salah satu band pionir aliran <em>punk melodic techno </em>dari Bandung tampil sekilas dalam film dokumenter tersebut. Film dokumenter tersebut bercerita tentang musik, sejarah, dan pandangan hidup bangsa punk. Dirunut mulai dari sang pionir band punk Inggris, yaitu Sex Pistols yang membawa wabah dan mulai menjangkiti para pemuda Amerika melalui musik punk. Sampai terakhir adalah tentang globalisasi musik punk yang dimainkan di seluruh dunia, termasuk Indonesia.<img class="aligncenter size-full wp-image-76" title="cover Punk Not Dead" src="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/11/cover-punk-not-dead.jpg?w=500" alt="cover Punk Not Dead"   /></p>
<p>Ideologi tak sebatas pada mode pakaian yang ditampilkan, tapi jiwa yang berbicara lantang dan keberanian melawan arus dengan metote DIY (Do It Yourself) demi tercapainya kemandirian tanpa menggantungkan hidup pada ambang batas penindasan. Lucu setiap aku melihat mereka (oknum) yang bergaya sok Punk, tapi hanya sebatas pemanis luar saja. Dandanan punk itu memiliki makna masing-masing, mulai dari rambut <em>mohawk</em> sampai sepatu boots yang para <em>punker</em> gunakan. Semakin lucu saja kalau aku melihat personil beberapa band Indonesia yang mungkin tak tahu tentang <em>history</em> <em>of</em> <em>punk</em> sebelumnya, tapi dengan tekad yang bulat mereka dapat memeragakan mode dari punk yang sarat makna tersebut. Bukannya tak boleh, tapi sebaiknya mereka tahu tentang apa yang mereka kenakan tersebut agar tidak menjadi korban mode. Apakah perlu hak paten untuk mode punk saat ini? Ahh..tidak perlu segitunya, punk tidak hanya berurusan dengan dandanan rambut maupun pakaian semata, lebih dari itu Ideologi punk harus ditegakan dengan kuat dan mampu berpikir realistis dengan kondisi geografis dan kultur sekitar. Punk bukanlah suatu agama baru melainkan suatu bentuk ideologi yang mempunyai saluran distribusi berupa <em>fashion</em> dan musik, pembentuk cara hidup seperti ini dipelopori secara kebetulan pertama kali di Eropa oleh para <em>gipsy</em> (orang-orang yang bosan dengan segala bentuk kemewahan dan pergi berkelana dari satu tempat ke tempat yang lain untuk mencari hidup baru yang bermutu). Kemudian sampailah <em>gipsy</em> ini di Inggris, dimana ideologi ini dikembangkan oleh para pemuda Inggris yang masih melihat aksi penindasan terhadap para pekerja kasar (buruh dan tukang bangunan) yang terus saja terjadi di negerinya hingga proses pembentukan struktur ideologi mendekati akhir yang berlangsung di Amerika.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-82 aligncenter" title="DIY" src="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/11/diy2.jpg?w=500" alt="DIY"   /></p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-83 aligncenter" title="anarcho-punk" src="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/11/anarcho-punk1.jpg?w=500" alt="anarcho-punk"   /></p>
<p>  Itulah alasan kenapa aku memilih PUNK dalam kehidupan ini, baik bermusik maupun ideologi. Harap diingat!!! Aku tidak menelan mentah-mentah tentang teori ini, aku wajib menyesuaikan dengan tuntunan agama dan kultur budaya timur tempat kakiku berpijak saat ini. Ini mungkin secara tidak langsung menjadi pembelaan terhadap semua pandangan negatif selama ini tentang kehidupan dan cara berpikir punk. Aku juga kurang setuju dengan konsep Anti Kemapanan yang menjadi jargon para <em>punkers</em> di Indonesia, seakan-akan diri kita sudah mapan dan dengan rela meninggalkannya seperti para pendahulu (<em>gipsy</em>), mungkin yang lebih cocok adalah hidup sederhana tanpa berlebihan dan menghindari kekurangan yang dapat menjadi beban orang lain dimana itu akan menghancurkan konsep DIY dari punk. Bagaimanapun itu, inilah pandanganku terhadap dunia PUNK dimana letak kebersamaan dan kebhinekaan bersatu tanpa pandang bulu. &lt;a href=&#8221;<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Punk">http://id.wikipedia.org/wiki/Punk&#8221;&gt;PUNK NOT DIE</a>!!!</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-84 aligncenter" title="punks4" src="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/11/punks41.jpg?w=500" alt="punks4"   /></p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-85" title="punk31" src="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/11/punk311.jpg?w=500" alt="punk31"   /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wungkar.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wungkar.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wungkar.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wungkar.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wungkar.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wungkar.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wungkar.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wungkar.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wungkar.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wungkar.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wungkar.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wungkar.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wungkar.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wungkar.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wungkar.wordpress.com&amp;blog=10267264&amp;post=72&amp;subd=wungkar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wungkar.wordpress.com/2009/11/13/kenapa-harus-punk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8af1a785db3208c41b9bc4291541ae6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wungkar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/11/street-punk2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">street punk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/11/ajbs.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ajbs</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/11/cover-punk-not-dead.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cover Punk Not Dead</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/11/diy2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">DIY</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/11/anarcho-punk1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">anarcho-punk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/11/punks41.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">punks4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/11/punk311.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">punk31</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Satu Nusa Satu Bangsa, satu nusa saling mangsa&#8230; (Luka Indonesia-Superman is Dead)</title>
		<link>http://wungkar.wordpress.com/2009/11/13/satu-nusa-satu-bangsa-satu-nusa-saling-mangsa-luka-indonesia-superman-is-dead-2/</link>
		<comments>http://wungkar.wordpress.com/2009/11/13/satu-nusa-satu-bangsa-satu-nusa-saling-mangsa-luka-indonesia-superman-is-dead-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 00:35:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wungkar</dc:creator>
				<category><![CDATA[My World]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wungkar.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Jadi ingat lagu itu setiap aku nonton tv di pagi dan malam hari, lho kok bisa??? Yang aku tonton masih serupa, yaitu tayangan superheboh dan lebih dramatis ketimbang sinetron. Kasus korupsi dan perang konspirasi masih merajai rating tv saat ini -Cicak lawan buaya- Ahh…kalau menurutku lebih banyak lagi primata atau biawak yang berteman akrab dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wungkar.wordpress.com&amp;blog=10267264&amp;post=68&amp;subd=wungkar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi ingat lagu itu setiap aku nonton tv di pagi dan malam hari, lho kok bisa??? Yang aku tonton masih serupa, yaitu tayangan superheboh dan lebih dramatis ketimbang sinetron. Kasus korupsi dan perang konspirasi masih merajai rating tv saat ini -Cicak lawan buaya- Ahh…kalau menurutku lebih banyak lagi primata atau biawak yang berteman akrab dengan si buaya. Apa lagi ada seseorang yang tidak merasa berhak menjadi pawang karena dianggap terlalu otoriter, lancang, campur tangan atau apalah namanya. Yang jelas ada oknum yang tetap diam pada tampilan luar, tetapi di dalamnya memasang senyum lebar melihat sosok permasalahan sekitar yang tidak sengaja membuatnya bahagia.<br />
<span id="more-68"></span><br />
Serba pusing untuk memilih siapa yang paling benar diantara yang (mengaku) benar? Jawabanya sampai sekarang tersimpan rapi dalam dokumen kebatinan seseorang dengan kunci nurani yang berkode ego nan acuh tak acuh dari kotornya kubangan muka norma hukum Indonesia. Tak jelas keberpihakan, pembentukan opini dengan sanggahan pribadi yang didominasi persetujuan bawah tangan marak terjadi. Konfrontasi sudah dimulai, masa kelam 98’ masih menghantui dalam seluk beluk rongga bayangan. Aku mulai bosan dengan permainan lidah yang itu-itu saja, tidak ada selembar kejujuran yang mampu memenuhi goresan tinta kesucian hati dari setiap daging yang bertulang.</p>
<p>Aku mulai berpikir tentang kekuatan rakyat (people power) yang mampu merobohkan sebuah sistem kenegaraan pada dahulu kala. Akankah ini terjadi lagi pada ruang lingkup yang terbatas ini? Seolah segan dan tak mau mengerti, mereka hanya bertindak sendiri tanpa kompromi. Mungkin aku tidak begitu mengerti masalah ini, tapi aku hanya berharap bahwa keadilan dan kejujuran yang akan keluar sebagai pemenangnya nanti. Kulihat acara rapat DPR/MPR yang disiarkan langsung di tv membahas tentang masalah yang seakan takberujung ini, tak begitu banyak kumengerti, tapi setidaknya mereka yang ada di sana menunjukkan kinerjanya dan pajak yang dikeluarkan oleh keluargaku dan juga puluhan juta rakyat Indonesia lainnya tidak menjadi sia-sia atau malahan masuk ke kantong pribadi.</p>
<p>Tidak ada gambaran lain yang mampu menjelaskan sebab runtuhnya kepercayaan moral suatu pejabat dalam bingkai kemunafikan yang tertontonkan oleh rakyat yang selalu saja terbodohi oleh keadaan yang telah diciptakan. Malu besar ku melihat film misteri penuh teka-teki ini, dengan jiwa yang bebas ingin sekali ku berteriak lantang seperti “Berikan aku contoh sepuluh lagi yang seperti ini, maka akan kuguncang dunia..!” he..he..he…’ Lha kok beda dengan pernyataan Bung Karno yang asli, maaf tadi hanya canda tawa saja.!</p>
<p>Aku tahu siapa sebenarnya diriku ini, aku hanyalah manusia yang berdiri di persimpangan tanpa mengetahui jalan mana yang benar. Secuil harapan masih tersisa pada reruntuhan asa yang sudah lapuk dimakan rayap berseragam. Inilah yang bisa aku jadikan sebuah tanggung jawab bagi pembangunan negeri tercintaku ini kedepannya. Jangan sampai mereka untuk kedua kalinya atau keberapa puluh kalinya membuat akalku dapat dilintasi oleh kata “Negara yang tak dapat dibanggakan.” Sudah saatnya kita tidak menunggu untuk bisa dibanggakan oleh negara, tapi kebanggaan untuk negara harus kita peroleh dengan tangan, kaki, dan pikiran kita sendiri.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-69 aligncenter" title="cicak-vs-buaya" src="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/11/cicak-vs-buaya1.jpg?w=500" alt="cicak-vs-buaya"   /></p>
<p>MERDEKA !!!!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wungkar.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wungkar.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wungkar.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wungkar.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wungkar.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wungkar.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wungkar.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wungkar.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wungkar.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wungkar.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wungkar.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wungkar.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wungkar.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wungkar.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wungkar.wordpress.com&amp;blog=10267264&amp;post=68&amp;subd=wungkar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wungkar.wordpress.com/2009/11/13/satu-nusa-satu-bangsa-satu-nusa-saling-mangsa-luka-indonesia-superman-is-dead-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8af1a785db3208c41b9bc4291541ae6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wungkar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wungkar.files.wordpress.com/2009/11/cicak-vs-buaya1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cicak-vs-buaya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jenis Pasar dan Persaingan</title>
		<link>http://wungkar.wordpress.com/2009/11/13/jenis-pasar-dan-persaingan/</link>
		<comments>http://wungkar.wordpress.com/2009/11/13/jenis-pasar-dan-persaingan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 00:13:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wungkar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Economy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wungkar.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Pasar, dalam ilmu ekonomi, adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli. Transaksi jual-beli yang terjadi tidak selalu memerlukan lokasi fisik. Pasar yang dimaksud bisa merujuk kepada suatu negara tempat suatu barang dijual dan dipasarkan. Pasar dapat dikelompokkan menjadi 5 jenis, yaitu pasar barang, pasar tenaga kerja, pasar uang, pasar modal, dan pasar luar negeri. Pasar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wungkar.wordpress.com&amp;blog=10267264&amp;post=64&amp;subd=wungkar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong><span style="font-size:medium;">Pasar</span></strong>, dalam <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmu_ekonomi">ilmu ekonomi</a></span></span>, adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli. Transaksi jual-beli yang terjadi tidak selalu memerlukan lokasi fisik. Pasar yang dimaksud bisa merujuk kepada suatu <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Negara">negara</a></span></span> tempat suatu barang dijual dan dipasarkan.</p>
<p>Pasar dapat dikelompokkan menjadi 5 jenis, yaitu <em>pasar barang, pasar tenaga kerja, pasar uang, pasar modal, dan pasar luar negeri.</em></p>
<ul>
<li><strong>Pasar barang</strong> menggambarkan pertemuan antara permintaan dan penawaran akan <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Barang">barang</a></span></span>. Sebuah perusahaan atau individu dapat beroperasi di pasar barang dengan menawarkan barang hasil produksi atau pula melakukan permintaan akan produk.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Pasar tenaga kerja</strong> merupakan pertemuan antara permintaan dan penawaran <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tenaga_kerja&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="color:#cc2200;">tenaga kerja</span></a></span></span>. Pertemuan ini akan menghasilkan konsep <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Upah&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="color:#cc2200;">upah</span></a></span></span> dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan. Biasanya yang melakukan permintaan adalah <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Badan_usaha">badan usaha</a></span></span> (perusahaan), lembaga-lembaga, instasi-instasi, atau dapat juga perseorangan, sedangkan yang melakukan penawaran tenaga kerja adalah <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Angkatan_kerja&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="color:#cc2200;">angkatan kerja</span></a></span></span> yang tersedia di pasar kerja.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Pasar uang </strong>adalah pertemuan antara permintaan dan penawaran <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Uang">uang</a></span></span>. Dalam pasar uang yang ditransaksikan adalah hak menggunakan uang untuk jangka waktu tertentu. Di pasar uang terjadi pinjam meminjam dana, yang selanjutnya menimbulkan hubungan <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Utang">utang</a></span></span> <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Piutang">piutang</a></span></span>. Pihak yang melakukan penawaran uang adalah otoritas moneter (<span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bank_sentral">Bank sentral</a></span></span> dan <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintah">pemerintah</a></span></span>) dan lembaga keuangan (<span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bank">bank</a></span></span> dan <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lembaga_keuangan_bukan_bank&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="color:#cc2200;">bukan bank</span></a></span></span>), sedangkan pihak yang melakukan permintaan adalah masyarakat (rumah tangga dan perusahaan).</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Pasar modal</strong> dalam arti sempit identik dengan <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bursa_efek">bursa efek</a></span></span>. Dalam arti luas, pasar modal adalah pertemuan antara mereka yang mempunyai dana dengan mereka yang membutuhkan dana untuk <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Modal">modal usaha</a></span></span>. Jika pasar uang lebih memfokuskan pada penggunaan jangka pendek, maka pasar modal lebih memfokuskan pada penggunaan jangka panjang.</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Pasar luar negeri</strong> menggambarkan hubungan antara permintaan dalam negeri akan produk <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Impor">impor</a></span></span> dan penawaran ke luar negeri berupa produk <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekspor">ekspor</a></span></span>.</li>
</ul>
<p><strong><span style="font-size:medium;"><span id="more-64"></span>Pasar monopoli</span></strong> (dari <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Yunani">bahasa Yunani</a></span></span>: <em>monos</em>, satu + <em>polein</em>, menjual) adalah suatu bentuk <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;">&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_&lt;!-ekonomi)&quot;&gt;pasar</a></span></span> di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai &#8220;monopolis&#8221;. Sebagai penentu harga (<em>price-maker</em>), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau —lebih buruk lagi— mencarinya di <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_gelap">pasar gelap</a></span></span> (<em>black market</em>).</p>
<h2><a name="Ciri_dan_sifat"></a><span style="font-size:small;">Ciri dan sifat</span></h2>
<p>Ada beberapa ciri dan sifat dasar pasar monopoli. Ciri utama pasar ini adalah adanya seorang penjual yang menguasai pasar dengan jumlah pembeli yang sangat banyak. Ciri lainnya adalah tidak terdapatnya barang pengganti yang memiliki persamaan dengan produk monopolis; dan adanya hambatan yang besar untuk dapat masuk ke dalam pasar. Hambatan itu sendiri, secara langsung maupun tidak langsung, diciptakan oleh perusahaan yang mempunyai kemampuan untuk memonopoli pasar. Perusahaan monopolis akan berusaha menyulitkan pendatang baru yang ingin masuk ke pasar tersebut dengan dengan beberapa cara; salah satu di antaranya adalah dengan cara menetapkan harga serendah mungkin.</p>
<p>Dengan menetapkan harga ke tingkat yang paling rendah, perusahaan monopoli menekan kehadiran perusahaan baru yang memiliki modal kecil. Perusahaan baru tersebut tidak akan mampu bersaing dengan perusahaan monopolis yang memiliki kekuatan pasar, <em>image</em> produk, dan harga murah, sehingga lama kelamaan perusahaan tersebut akan mati dengan sendirinya. Cara lainnya adalah dengan menetapkan <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hak_paten&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="color:#cc2200;">hak paten</span></a></span></span> atau <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hak_cipta">hak cipta</a></span></span> dan hak eksklusif pada suatu barang, yang biasanya diperoleh melalui peraturan <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemerintah">pemerintah</a></span></span>. Tanpa kepemilikan hak paten, perusahaan lain tidak berhak menciptakan produk sejenis sehingga menjadikan perusahaan monopolis sebagai satu-satunya produsen di pasar.</p>
<h2><span style="font-size:medium;">Monopoli yang Tidak Dilarang :</span></h2>
<ul>
<li><strong>Monopoli by Law </strong></li>
</ul>
<p>Monopoli oleh negara untuk cabang-cabang produksi penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak.</p>
<ul>
<li><strong>Monopoli by Nature </strong></li>
</ul>
<p>Monopoli yang lahir dan tumbuh secara alamiah karena didukung iklim dan lingkungan tertentu.</p>
<ul>
<li><strong>Monopoli by Lisence </strong></li>
</ul>
<p>Izin penggunaan hak atas kekayaan intelektual.</p>
<p>Arti lain monopoli &#8220;<strong>monopoli</strong> adalah permainan anak-anak yang berasal dari negara kapitalis yang tidak sesuai dengan syariah&#8230;&#8221;</p>
<p><strong><span style="font-size:medium;">Pasar Monopolistik</span></strong> adalah salah satu bentuk <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_(ekonomi)">pasar</a></span></span> di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya. Contohnya adalah : shampoo, pasta gigi, dll. Meskipun fungsi semua shampoo sama yakni untuk membersihkan rambut, tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen yang berbeda memiliki ciri khusus, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain.</p>
<p>Pada pasar monopolistik, produsen memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga walaupun pengaruhnya tidak sebesar produsen dari <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_monopoli">pasar monopoli</a></span></span> atau <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oligopoli">oligopoli</a></span></span>. Kemampuan ini berasal dari sifat barang yang dihasilkan. Karena perbedaan dan ciri khas dari suatu barang, konsumen tidak akan mudah berpindah ke merek lain, dan tetap memilih merek tersebut walau produsen menaikkan harga. Misalnya, pasar sepeda motor di Indonesia. Produk sepeda motor memang cenderung bersifat homogen, tetapi masing-masing memiliki ciri khusus sendiri. Sebut saja sepeda motor Honda, di mana ciri khususnya adalah irit bahan bakar. Sedangkan Yamaha memiliki keunggulan pada mesin yang stabil dan jarang rusak. Akibatnya tiap-tiap merek mempunyai pelanggan setia masing-masing.</p>
<p><a name="Monopoli_yang_Tidak_Dilarang"></a>Pada pasar persaingan monopolistik, harga bukanlah faktor yang bisa mendongkrak penjualan. Bagaimana kemampuan perusahaan menciptakan citra yang baik di dalam benak <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat">masyarakat</a></span></span>, sehingga membuat mereka mau membeli produk tersebut meskipun dengan harga mahal akan sangat berpengaruh terhadap penjualan perusahaan. Oleh karenanya, perusahaan yang berada dalam pasar monopolistik harus aktif mempromosikan produk sekaligus menjaga citra perusahaannya.</p>
<p><strong><span style="font-size:medium;">Monopsoni</span></strong> adalah keadaan dimana satu pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas. Kondisi Monopsoni sering terjadi didaerah-daerah Perkebunan dan industri hewan potong (ayam), sehingga posisi tawar menawar dalam harga bagi petani adalah nonsen. Perlu diteliti lebih jauh dampak fenomena ini, apakah ada faktor-faktor lain yang menyebabkan Monopsoni sehingga tingkat kesejahteraan petani berpengaruh. Salah satu contoh monopsoni juga adalah penjualan perangkat kereta api di Indonesia. Perusahaan Kereta Api di Indonesia hanya ada satu yakni KAI, oleh karena itu, semua hasil produksi hanya akan dibeli oleh KAI.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><span style="font-size:medium;">Pasar oligopoli</span></strong> adalah adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh. Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Iklan">iklan</a></span></span>, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.</p>
<p>Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Harga_jual_terbatas&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="color:#cc2200;">harga jual terbatas</span></a></span></span>, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada. Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki <em>capital intensive</em> yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.</p>
<p>Dalam Undang-undang No. 5 Tahun 1999, oligopoli dikelompokkan ke dalam kategori perjanjian yang dilarang, padahal umumnya oligopoli terjadi melalui keterkaitan reaksi, khususnya pada barang-barang yang bersifat homogen atau identik dengan <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kartel">kartel</a></span></span>, sehingga ketentuan yang mengatur mengenai oligopoli ini sebagiknya digabung dengan ketentuan yang mengatur mengenai <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kartel">kartel</a></span></span></p>
<p><strong>Kartel</strong> adalah kelompok <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Produsen">produsen</a></span></span> independen yang bertujuan menetapkan <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Harga">harga</a></span></span>, untuk membatasi <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Suplai&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="color:#cc2200;">suplai</span></a></span></span> dan <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kompetisi">kompetisi</a></span></span>. Berdasarkan hukum anti monopoli, kartel dilarang di hampir semua negara. Walaupun demikian, kartel tetap ada baik dalam lingkup nasional maupun internasional, formal maupun informal. Berdasarkan definisi ini, satu entitas bisnis tunggal yang memegang <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Monopoli">monopoli</a></span></span> tidak dapat dianggap sebagai suatu kartel, walaupun dapat dianggap bersalah jika menyalahgunakan monopoli yang dimilikinya. Kartel biasanya timbul dalam kondisi <span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oligopoli">oligopoli</a></span></span>, dimana terdapat sejumlah kecil penjual.</p>
<p><strong><span style="font-size:medium;">Oligopsoni</span></strong> adalah keadaan dimana dua atau lebih pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.</p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>PERSAINGAN MONOPOLISTIK</strong></span></p>
<p><strong>TUJUAN MEMPELAJAR</strong></p>
<p>Tujuan topik ini adalah untuk melihat sutu bentuk pasar yang sangat umum dimana ada banyak perusahaan-perusahaan tetapi memiliki sedikit kekuatan monopoli. Karakteristik dari pasar tersebut dinyatakan pertama kali. Keseimbangan jangka pendek dan panjang ditunjukkan. Pengaruh ekonomi dari pasar ini didapatkan.Oleh karena pentingnya tindakan non harga dari pasar ini, maka periklanan diberikan perhatian khusus.</p>
<p><strong>PERSAINGAN MONOPOLISTIK</strong></p>
<p lang="de-DE">Persaingan monopolistik merupakan suatu jenis pasar yang digolongkan berdasarkan</p>
<p>- sejumlah besar perusahaan</p>
<p>- produk-produk yang dibedakan dan tidak dilihat sebagai penganti sempurna oleh konsumen</p>
<p>- beberapa kemampuan penjual untuk menetapkan harga yang mereka inginkan,</p>
<p>- jalan bebas masuk dan keluar dari pasar tersebut</p>
<p lang="de-DE">- kepercayaan yang berat terhadap tindakan-tindakan non harga untuk membedakan produk seseorang.</p>
<table border="1" cellspacing="3" cellpadding="4" width="473">
<col span="1" width="457"></col>
<tbody>
<tr>
<td width="457" bgcolor="#ffffcc">
<p lang="de-DE">Bentuk pasar persaingan monopolistik adalah keadaan biasa yang ekstrim.</p>
<p lang="de-DE">Sebagian besar operasi-operasi eceran berada dalam bentuk pasar ini.  Bisnis-bisnis kecil dari seluruh sektor jatuh dalam pasar kategori ini. Memulai suatu bisnis secara relatif adalah mudah, tetapi untuk tetap bertahan dalam bisnis tersebut adalah tidak mudah; hal itu memerlukan kemampuan untuk menyakinkan konsumen bahwa produk tersebut adalah berbeda dan lebih baik daripada yang dimiliki oleh para pesaing.</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>JUMLAH PERUSAHAAN-PERUSAHAAN PERSAINGAN MONOPOLISTIK</strong></p>
<p>Sejumlah besar perusahaan dalam persaingan monopolistik menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut adalah kecil dalam perbandingannya terhadap keseluruhan pasar. Meskipun mereka mempunyai beberapa kekuatan atas harga (sebagai perluasan bahwa produk-produk mereka dibedakan), mereka tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk membalas jika perusahaan lain merubah harganya. Ini merupakan perbedaan yang utama antara bentuk pasar ini dan oligopoli.</p>
<p><strong>PRODUK YANG DIBEDAKAN PERSAINGAN MONOPOLISTIK</strong></p>
<p> Produk yang dibedakan dijual yang dijual oleh suatu perusahaan dalam persaingan monopolistik memiliki beberapa fitur yang membuat seorang konsumen lebih menyukainya dibandingkan produk-produk serupa dari perusahaan-perusahaan lain yang tersedia. Kekuatan dari perusahaan manapun terhadap harga berasal dari hal yang sangat nyata ini bahwa produk-produk tersebut bukan merupakan penganti sempurna.  Tindakan-tindakan non harga adalah perlu untuk membuat produk tersebut dibedakan.</p>
<p><strong>JALAN MASUK PERSAINGAN MONOPOLISTIK KE DALAM PASAR</strong></p>
<p>Tidak ada hambatan untuk masuk atau keluar yang ada dalam persaingan monopolistik.  Bagaimanapun juga, kebutuhan untuk membuat produk seseorang dibedakan mungkin memerlukan tindakan non harga, dimana jika tidak berhasil, maka akan menggerakkan perussahaan itu keluar dari pasar.</p>
<p><strong>PERMINTAAN PERSAINGAN MONOPOLISTIK</strong></p>
<p>Permintaan dari suatu perusahaan dalam persaingan monopolistik adalah condong menurun karena preferensi konsumen terhadap fitur-fitur produk yang dibedakan tersebut. Akan tetapi, karena terdapat beberapa barang pengganti dekat (jika tidak sempurna) yang langsung tersedia, maka permintaannya menjadi sangat elastis. Secara grafik, ini berarti bahwa permintaan dalam pasar persaingan monopolistik lebih datar daripada monopoli.</p>
<table border="1" cellspacing="3" cellpadding="4" width="473">
<col span="1" width="457"></col>
<tbody>
<tr>
<td width="457" bgcolor="#ffffcc">Permintaan akan suatu restoran tampaknya menjadi sangat elastis karena terdapat beberapa gerai makanan lainnya yang tersedia untuk konsumen. Namun permintaannya tidak elastis sempurna (misalnya horisontal)seperti dalam kasus persaingan sempurna, karena setiap restoran mempunyai sesuatu untuk ditawarkan sedangkan restoran lainnya tidak menawarkannya: sebagai contoh, kenyamanan, lokasi, menu yang banyak, atau sekedar suasananya.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>LABA PERSAINGAN MONOPOLISTIK</strong></p>
<p>Laba dari suatu perusahaan dalam persaingan monopolistik ditentukan dalam cara yang sama seperti jenis pasar manapun dengan menemukan kuantitas optimalnya dimana pendapatan marjinal berpotongan dengan biaya marjinal. Sebaliknya, tingkat optimal keluaran ini menentukan harga yang dibebankan (pada kurva permintaan) dan biaya unit rata-rata (pada kurva biaya total rata-rata). Labanya adalah kelebihan bidang pendapatan total terhadap bidang biaya total.</p>
<table border="1" cellspacing="3" cellpadding="4" width="473">
<col span="1" width="457"></col>
<tbody>
<tr>
<td width="457" bgcolor="#ffffcc">Suatu restoran harus menerima para konsumen selama pendapatan tambahan atau marjinal melebihi biaya tambahan atau marjinal hidangan terakhir yang disajikan. Hal ini kelihatannya jelas dalam proses pesanan yang membatasi jumlah langganan. Tanpa pesanan, maka restoran tersebut akan harus melayani konsumen dalam kondisi yang terlalu padat atau membuat mereka menunggu antrian.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>KESEIMBANGAN JANGKA PANJANG PERSAINGAN MONOPOLISTIK</strong></p>
<p>Keseimbangan jangka panjang dari suatu perusahaan dalam persaingan monopolistik adalah dimana permintaan bersinggungan dengan kurva biaya total rata-rata.  Disana tidak terdapat laba.  Jika disana harus terdapat laba (apabila permintaan diatasn kurva biaya total rata-rata), maka perusahaan harus memasuki pasar dan menggerakkan permintaan ke bawah.  Dan jika disana harus terdapat rugi (ketika permintaan dibawah biaya total rata-rata), maka perusahaan harus meninggalkan pasar dan mendorong permintaan ke atas.  Bagaimanapun juga, perusahaan mungkin mempertahankan sedikit laba dengan menggunakan tindakan non harga.</p>
<table border="1" cellspacing="3" cellpadding="4" width="473">
<col span="1" width="457"></col>
<tbody>
<tr>
<td width="457" bgcolor="#ffffcc">Seluruh restoran yang berhasil memiliki sejumlah peniru.  Beberapa rantai makanan telah mencoba untuk meniru McDonald, dan menyedot beberapa konsumen dan labanya.  Tetapi McDonald sudah membalas balik dengan iklan yang ekstensif.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>PENGARUH EKONOMI PERSAINGAN MONOPOLISTIK</strong></p>
<p>Pengaruh ekonomi persaingan monopolistik merupakan keseluruhan kerugian yang tidak diinginkan dari efisiensi alokatif dan produktif: konsumen membayar lebih dan mampu untuk membeli sedikit daripada di persaingan sempurna. Bagaimanapun juga, pengaruhnya tidak seserius monopoli dan produk-produk yang dibedakan menyediakan keragaman yang banyak diminta. Meskipun demikian, beberapa pemborosan ditunjukkan dalam kelebihan kapasitas dan dalam penggunaan persaingan non harga.</p>
<table border="1" cellspacing="3" cellpadding="4" width="473">
<col span="1" width="457"></col>
<tbody>
<tr>
<td width="457" bgcolor="#ffffcc">
<p lang="de-DE">Pasar produk-produk generik mendekati persaingan sempurna karena mereka distandarisasikan. Nama produk-produk bermerk dari jenis yang sama (misalnya, kue-kue) berada dalam persaingan sempurna karena mereka bukan barang yang seragam, tapi sedikit berbeda.  Konsumen harus membayar harga yang lebih tinggi untuk nama produk bermerk (seperti Nabisco atau Keebler), tetapi mereka tampaknya tidak keberatan terlalu banyak.</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>TINDAKAN NON HARGA PERSAINGAN MONOPILISTIK</strong></p>
<p>Tindakan non harga dari perusahaan-perusahaan dalam persaingan monopolistik terutama terdiri dari salah satu pengembangan produk, atau periklanan. Pengembangan produk kadang-kadang hanya kosmetik untuk memberikan ilusi dari sesuatu yang baru. Bahaya lainnya berasal dari keragaman yang berlebihan yang mungkin membingungkan konsumen.</p>
<table border="1" cellspacing="3" cellpadding="4" width="473">
<col span="1" width="457"></col>
<tbody>
<tr>
<td width="457" bgcolor="#ffffcc">Produsen-produsen nama bermerk mempunyai keanekaragaman arti untuk membuat produk-produk mereka spesial kepada konsumen. Yang paling penting adalah iklan dimana para produsen barang generik tidak akan gunakan.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>IKLAN &#8211; ARGUMEN YANG MENDUKUNG</strong></p>
<p>Beberapa argumen yang mendukung iklan adalah :</p>
<p>- iklan yang informatif</p>
<p>- iklan yang meningkatkan penjualan dan membolehkan skala ekonomis,</p>
<p>- iklan yang meningkatkan penjualan dan memperbesar perkembangan ekonomi,</p>
<p>- iklan yang mendukung media,</p>
<p>- iklan yang meningkatkan persaingan dan menurunkan harga-harga.</p>
<table border="1" cellspacing="3" cellpadding="4" width="473">
<col span="1" width="457"></col>
<tbody>
<tr>
<td width="457" bgcolor="#ffffcc">Iklan produk baru adalah penting: pikirkan mengenai suatu peristiwa artistik utama yang menarik pemirsa untuk melihat karena dia belum cukup diberitahukan secara luas.  Tetapi, sebagian besar iklan (misalnya di televisi) adalah untuk produk yang telah ada dan berdiri dengan baik seperti minuman ringan atau produk-produk konsumen lainnya; dimana iklan hanya mencoba untuk mempengaruhi konsumen jauh dari pesaing-pesaing. </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>IKLAN &#8211; ARGUMEN YANG MENENTANG</strong></p>
<p>Beberapa argument yang menentang iklan adalah :</p>
<p>- iklan yang tidak informatif tetapi kompetitif,</p>
<p>- skala ekonomis adalah menyesatkan,</p>
<p>- iklan yang meninggikan kurva biaya,</p>
<p>- iklan yang digunakan sebagai hambatan jalan masuk, dan</p>
<p>- iklan yang bukan merupakan kegiatan yang produktif.</p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>Jenis-Jenis Pasar</strong></span></p>
<p>Pada dasarnya pasar dibagi dalam beberapa golongan yaitu sebagai berikut :</p>
<p><strong>1. <span style="font-size:medium;">Berdasarkan Wujudnya</span></strong></p>
<p>a. <strong><em>Pasar Konkret</em></strong> (pasar nyata) merupakan pasar yang menunjukkan suatu tempat terjadinya hubungan secar langsung (tatap muka) antara pembeli dan penjual. Barang yang diperjualbelikan pun berada di tempat tersebut. Misalnya pasar-pasar tradisional dan swalayan</p>
<p>b. <strong><em>Pasar Abstrak</em></strong> (tidak nyata) merupakan pasar yang menunjukkan hubungan antara penjual dan pembeli, baik secara langsung maupun tidak langsung, barangnya tidak secara langsung dapat diperoleh pembeli. Misalnya, pasar modal di Bursa Efek Indonesia.</p>
<p><strong>2. <span style="font-size:medium;">Berdasarkan Waktu Terjadinya</span></strong></p>
<p>a. <strong>Pasar Harian</strong> merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap hari. Misalnya pasar pagi, toserba, dan warung-warung</p>
<p>b. <strong><em>Pasar mingguan</em></strong> merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu minggu sekali. Misalnya pasar senin atau pasar minggu yang ada di daerah pedesaan</p>
<p>c. <strong><em>Pasar bulanan</em></strong> merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu bulan sekali. Dalam aktivitasnya bisa satu hari atau lebih. Misalnya, pasar yang biasa terjadi di depan kantor-kantor tempat pensiunan atau purnawirawan yang mengambil uang tunjangan pensiunannya tiap awal bulan.</p>
<p>d. <strong><em>Pasar tahunan</em></strong> merupakan pasar yang melakukan aktivitas setiap satu tahun sekali. Kejadian pasar ini biasanya lebih dari satu hari, bahkan bisa mencapai lebih dari satu bulan. Misalnya Pekan Raya Jakarta, pasar malam, dan pameran pembangunan.</p>
<p>e. <strong><em>Pasar temporer</em></strong> merupakan pasar yang dapat terjadi sewaktu-waktu dalam waktu yang tidak tentu (tidak rutin) pasar ini biasanya terjadi pada peristiwa tertentu. Misalnya pasar murah, bazar, dan pasar karena ada perayaan kemerdekaan RI.</p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>3. Berdasarkan Luas Jangkauannya</strong></span></p>
<p>a. <strong><em>Pasar lokal</em></strong> merupakan pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai daerah atau wilayah tertentu saja.</p>
<p>b. <strong><em>Pasar nasional</em></strong> merupakan pasar yang mempertemukan penjual dan pembeli dari berbagai daerah atau wilayah dalam suatu negara. Misalnya, pasar kayu putih di Ambon dan pasar tembakau di Deli.</p>
<p>c. <strong><em>Pasar internasional</em></strong> penjual dan pembeli dari berbagai negara. Misalnya pasar tembakau di Bremen Jerman.</p>
<p><span style="font-size:medium;"><strong>4. Berdasarkan Hubungannya Dengan Proses Produksi</strong></span></p>
<p>a. <strong><em>Pasar output</em></strong> (pasar produk) merupakan pasar yang memperjualbelikan barang-barang hasil produksi (biasanya dalam bentuk jadi).</p>
<p>b. <strong><em>Pasar input </em></strong>(pasar faktor produksi) merupakan interaksi antara permintaan dan penawaran terhadap barang dan jasa sebagai masukan pada suatu proses produksi (sumber daya alam, berupa bahan tambang, hasil pertanian, tanah, tenaga kerja, dan barang modal).</p>
<p><strong>5. Berdasarkan Strukturnya (Jumlah Penjual Dan Pembeli)</strong></p>
<p>a. <strong><em>Pasar persaingan sempurna</em></strong> merupakan ebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat mempengaruhi harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (<em>price-taker</em>). Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan. Semua produk terlihat identik. Pembeli tidak dapat membedakan apakah suatu barang berasal dari produsen A, produsen B, atau produsen C? Oleh karena itu, promosi dengan iklan tidak akan memberikan pengaruh terhadap penjualan produk.</p>
<p>b. <strong>Pasar persaingan tidak sempurna</strong>, yang terdiri atas</p>
<p>1) <strong><span style="text-decoration:underline;">Pasar monopoli</span></strong> (dari bahasa Yunani: <em>monos</em>, satu + <em>polein</em>, menjual) adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai “monopolis”. Sebagai penentu harga (<em>price-maker</em>), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau —lebih buruk lagi— mencarinya di pasar gelap (<em>black market</em>).</p>
<p>2) <strong><span style="text-decoration:underline;">Pasar oligopoli</span></strong> adalah adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.</p>
<p>Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.</p>
<p>Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada.</p>
<p>Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki <em>capital intensive</em> yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.</p>
<p>3) <strong><span style="text-decoration:underline;">Pasar persaingan monopolistik</span></strong> adalah salah satu bentuk pasar di mana terdapat banyak produsen yang menghasilkan barang serupa tetapi memiliki perbedaan dalam beberapa aspek. Penjual pada pasar monopolistik tidak terbatas, namun setiap produk yang dihasilkan pasti memiliki karakter tersendiri yang membedakannya dengan produk lainnya. Contohnya adalah : shampoo, pasta gigi, dll. Meskipun fungsi semua shampoo sama yakni untuk membersihkan rambut, tetapi setiap produk yang dihasilkan produsen yang berbeda memiliki ciri khusus, misalnya perbedaan aroma, perbedaan warna, kemasan, dan lain-lain.</p>
<p>Pada pasar monopolistik, produsen memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga walaupun pengaruhnya tidak sebesar produsen dari pasar monopoli atau oligopoli. Kemampuan ini berasal dari sifat barang yang dihasilkan. Karena perbedaan dan ciri khas dari suatu barang, konsumen tidak akan mudah berpindah ke merek lain, dan tetap memilih merek tersebut walau produsen menaikkan harga. Misalnya, pasar sepeda motor di Indonesia. Produk sepeda motor memang cenderung bersifat homogen, tetapi masing-masing memiliki ciri khusus sendiri. Sebut saja sepeda motor Honda, di mana ciri khususnya adalah irit bahan bakar. Sedangkan Yamaha memiliki keunggulan pada mesin yang stabil dan jarang rusak. Akibatnya tiap-tiap merek mempunyai pelanggan setia masing-masing.</p>
<p>Pada pasar persaingan monopolistik, harga bukanlah faktor yang bisa mendongkrak penjualan. Bagaimana kemampuan perusahaan menciptakan citra yang baik di dalam benak masyarakat, sehingga membuat mereka mau membeli produk tersebut meskipun dengan harga mahal akan sangat berpengaruh terhadap penjualan perusahaan. Oleh karenanya, perusahaan yang berada dalam pasar monopolistik harus aktif mempromosikan produk sekaligus menjaga citra perusahaannya.</p>
<p>4) <strong><span style="text-decoration:underline;">Pasar monopsoni</span></strong> bentuk pasar ini merupakan bentuk pasar yang dilihat dari segi permintaan atau pembelinya. Dalam hal ini pembeli memiliki kekuatan dalam menentukan harga. Dalam pengertian ini, pasar monopsoni adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran di mana permintaannya atau pembeli hanya satu perusahaan. Contoh yang ada di Indonesia seperti PT. Kereta Api Indonesia yang merupakan satu-satunya pembeli alat-alat kereta api.</p>
<p>5) <strong><span style="text-decoration:underline;">Pasar oligopsoni </span></strong>adalah bentuk pasar dimana barang yang dihasilkan oleh beberapa perusahaan dan banyak perusahaan yang bertindak sebagai konsumen. Contoh Telkom, indosat, Mobile-8, excelcomindo adalah beberapa perusahaan pembeli infrastruktur telekomunikasi seluler.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wungkar.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wungkar.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wungkar.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wungkar.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wungkar.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wungkar.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wungkar.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wungkar.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wungkar.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wungkar.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wungkar.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wungkar.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wungkar.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wungkar.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wungkar.wordpress.com&amp;blog=10267264&amp;post=64&amp;subd=wungkar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wungkar.wordpress.com/2009/11/13/jenis-pasar-dan-persaingan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8af1a785db3208c41b9bc4291541ae6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wungkar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Proses Perencanaan</title>
		<link>http://wungkar.wordpress.com/2009/11/13/proses-perencanaan/</link>
		<comments>http://wungkar.wordpress.com/2009/11/13/proses-perencanaan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 00:05:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wungkar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Economy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wungkar.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan adalah proses penentuan apa yang harus dilakukan oleh perusahaan dan bagaimana cara terbaik untuk melakukan hal tersebut. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain; pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wungkar.wordpress.com&amp;blog=10267264&amp;post=62&amp;subd=wungkar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan adalah proses penentuan apa yang harus dilakukan oleh perusahaan dan bagaimana cara terbaik untuk melakukan hal tersebut. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua <a href="///wiki/Fungsi">fungsi</a> manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain; pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tak akan dapat berjalan. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu.<span id="more-62"></span></p>
<p lang="de-DE">Perencanaan merupakan fungsi manajemen yang paling dasar dari semua fungsi-fungsi manajemen yang lain. Semua fungsi manajemen harus berdasarkan rencana yang sudah dibuat sebelumnya. Perencanaan dibuat untuk menentukan apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukannya, kapan harus dilakukan dan siapa yang akan melakukan. Perencanaan ini mengikuti siklus perencanaan yang dimulai dengan menentukan kebutuhan, berakhir dengan kontrol dan monitoring, kemudian kembali lagi pada menentukan kebutuhan.</p>
<p>Alasan penting di dalam pembuatan perencanaan adalah untuk menghindari ketidakpastian langkah-langkah serta perubahan-perubahan, sehingga kita dapat memfokuskan langkah-langkah kita ke arah sasaran dan target yang sudah ditetapkan sebelumnya. Selain itu untuk memilih alternatif operasi yang ekonomis; serta untuk kepentingan pengawasan.</p>
<p>Proses perencanaan harus memperhatikan empat faktor penting yaitu:</p>
<ol>
<li>waktu,</li>
<li>pengumpulan dan analisis data,</li>
<li>tingkatan perencanaan</li>
<li>kelenturan atau fleksibilitas.</li>
</ol>
<p>Pada perencanaan terdapat 2 keuntungan :</p>
<ol>
<li>Protektif adalah pengurangan kesalahan dalam pelaksanaan kegiatan</li>
<li>Positif adalah piningkatan kesuksesan dalam tujuan</li>
</ol>
<p>TINGKATAN PERENCANAAN</p>
<p>I. Perencanaan Strategis</p>
<p>Merefleksikan keputusan-keputusan tentang alokasi sumberdaya, prioritas perusahaan dan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapaitujuan-tujuan strategis tersebut. Biasanya dibuat oleh Dewan Direksi dan Manager Puncak.</p>
<p lang="de-DE">II. Perencanaan Taktis</p>
<p lang="de-DE">Perencanaan dengan rentang yang lebih pendek untuk mengimplementasikan aspek-aspek tertentu dari perencanaan strategis perusahaan yang biasanya dibuat oleh Manager Level Menengah Keatas</p>
<p>III. Perencanaan Operasional</p>
<p>Biasanya dibuat oleh manager level menengah kebawah untuk menentukan target2-target jangka pendek: harian, mingguan dan bulanan</p>
<p>PERENCANAAN KONTINENSI DAN MANAJEMEN KRISIS</p>
<p>Terkait dengan lingkungan usaha yang sulit diprediksi, dan dapat menyebabkan masalah utama yang tidak diharapkan, perusahaan mengembangkan dua metode perencanaan:</p>
<ol>
<li>Perencanaan Kontinjensi</li>
</ol>
<p>Menghargai kebutuhan untuk menemukan solusi pada masalah tertentu</p>
<ol>
<li>
<p lang="de-DE">Manajemen Krisis</p>
</li>
</ol>
<p>Metode-metode organisasi terkait dengan hal-hal yang bersifat darurat</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wungkar.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wungkar.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wungkar.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wungkar.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wungkar.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wungkar.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wungkar.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wungkar.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wungkar.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wungkar.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wungkar.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wungkar.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wungkar.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wungkar.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wungkar.wordpress.com&amp;blog=10267264&amp;post=62&amp;subd=wungkar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wungkar.wordpress.com/2009/11/13/proses-perencanaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b8af1a785db3208c41b9bc4291541ae6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wungkar</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
