Kepemimpinan di Sisi Pemuda

Kepemimpinan adalah suatu amanah yang sangat berharga nilainya, tidak serta merta digunakan oleh rasa berkuasa dan menguasai antar sesama. Kepekaan dan ketepatan dalam bertindak adalah modal utama untuk mewujudkan kepemimpinan yang baik dimata orang yang dipimpinnya. Muda-mudi Indonesia merupakan generasi penerus tonggak kepemimpinan dari para pendahulunya dalam mencapai strata hidup yang sejahtera dan berkelanjutan. Banyak hal yang belum dicapai dan harus dilakukan oleh generasi penerus ini, salah satunya adalah mempersiapkan mental dan moral yang kuat untuk menghadapi serangan nafsu duniawi yang menyesatkan. Tidak terpengaruh oleh indahnya surga dunia yang bisa dinikmati hanya dalam kedipan mata saja, serta meninggalkan budaya kleptoisme yang terlanjur mendarah daging di tubuh kita. Moral kita harus terbentuk melalui aplikasi pemahaman agama yang kita anut, agama di dunia ini tidak akan mengajarkan sesuatu hal yang buruk untuk ditiru. Mental harus kita persiapkan layaknya petarung sejati yang bertanding seorang diri melawan kebuasan hidup yang perlahan menghantam rasa penyesalan. Kita sebagai pemuda calon pemimpin bangsa di masa depan harus bisa menyampingkan antara memimpin untuk menjalankan amanah dengan memimpin untuk mencari nafkah. Jika memimpin mutlak untuk alasan yang kedua maka akan timbul berbagai penyimpangan dalam pelaksanaanya. Ini bisa dibuktikan dengan maraknya kasus korupsi yang melanda republik Indonesia selama bertahun-tahun; mulai dari zaman kerajaan, penjajahan, kemerdekaan, hingga orde reformasi yang kebablasan seperti ini.

Kehidupan terus berputar dan kehadiran pemimpin ada di semua lini roda yang berputar tersebut. Adanya kebangkitan untuk memulai sesuatu yang baru dan berguna bagi semua pengikutnya adalah salah satu bukti nyata untuk membentuk suatu kepemimpinan yang kuat dan bertanggung jawab. Pemimpin merupakan suatu panutan untuk melakukan segala hal, jadi hati-hati dalam bersikap dan jangan terlalu “mewibawakan” diri dengan semua konspirasi yang hanya cocok digunakan sebagai alas kaki. Berperilaku teratur sesuai hukum dapat dilakukan sedini mungkin agar kebiasaan tersebut terbawa sampai kita dapat memimpin dan kelak meninggalkan dunia dengan hasil yang berkesan baik bagi penerus kita yang akan datang. Ingat selalu akan datangnya hari dimana akan diminta pertanggung jawaban dari hasil kepemimpinan kita selama di dunia yang akan diadili di pengadilan terbersih buatan Allah SWT.

Ketepatan sangat sulit untuk diwujudkan tanpa melalui kerja keras dalam terbentuknya sosok pemimpin. Kepemimpinan harus fleksibel dengan segala kebijakan yang dikeluarkan, tanpa norma pesanan ataupun strategi demi terbukanya celah untuk dilanggar. Peran pemuda sangat dibutuhkan secara aktif dalam mengontrol dan bersikap kritis pada kebijakan politik pemimpin bangsa saat ini. Usaha semacam ini dibutuhkan agar Indonesia tidak menjadi “negara keledai” yang dapat melakukan kesalahan untuk ke dua kalinya, atau bahkan lebih. Para penerus bangsa diharapkan agar tidak mengulangi kesalahan dari para pendahulunya yang akan merugikan orang yang dipimpinnya (rakyat). Berkaca dari masa lalu hinga yang terbaru, tingkat kualitas hidup masyarakat Indonesia hanya mendaki sampai kaki bukit. Pemuda dengan kebutuhan hidup yang sudah berubah menjadi keinginan akan mengancam sikap kritis yang dibawanya dahulu. “Butuh karena ingin” merupakan pemikiran yang telah merubah pandangan hidup seseorang dalam bertanggung jawab di akhir kelak, karena keinginan hidup akan membutakan kebutuhan hidup yang sebenarnya dan tindakan seperti itu hanya bersikap konsumerisme serta penyembahan terhadap prestise yang tinggi.

Periode kepemimpinan dimulai dengan awal yang ditentukan oleh sikap amanah dan diakhiri dengan perilaku untuk menjunjung tinggi beban tanggung jawab. Awal serta akhir harus mencapai titik tujuan yang bisa terwujud hanya dengan modal komitmen, tanpa itu semua kita (para pemuda) bisa berkaca pada kinerja para pemimpin bangsa yang saat ini masih menjabat dengan warisan beberapa persoalan yang belum terselesaikan. Berlarutnya tugas wakil rakyat ini seakan membuktikan bahwa mesin politik mereka terlambat panas untuk menuju garis akhir yang telah didambakan oleh konstituennya. Tanggung jawab mereka tak teruji diakhir masa jabatan dan sikap amanah kurang terbukti selama kepemimpinanya berlangsung. Kembali pada mental dan moral pemuda saat ini, apakah mereka dengan sukarela dan tak sadarkan diri mau mencontoh perbuatan para pendahulunya tersebut? Ini yang akan menentukan keberlangsungan pembangunan negara kedepannya, dimana pemuda saat ini akan memimpin bangsa dan negaranya untuk masa mendatang.

Bekal kuat untuk mencapai kepemimpinan yang ideal adalah pengalaman semasa muda. Pengalaman itu secara bertahap mengalir pada muara tanggung jawab yang ditimbulkan oleh tigkah laku kita. Pengalaman juga akan membentuk perilaku diri agar memiliki sikap yang amanah sejalan dengan masa pematangan berpikir yang berlangsung. Pengalaman dapat dicapai melalui 2 cara, yaitu melalui bidang formal pendidikan dan bidang informal seperti keikutsertaan di dalam organisasi. Dalam pendidikan kita harus menguasai penuh bidang yang kita pelajari sewaktu kuliah. Dengan begitu kita akan menspesifikasi diri sesuai bidang yang kita kuasai agar kita sebagai pemuda pemimpin masa depan bangsa kelak dapat mengambil kebijakan yang berkompeten dan tidak terhasut oleh permasalahan materi duniawi. Organisasi secara tidak langsung mencetak kualitas hidup yang memiliki kepekaan serta jiwa sosial yang tinggi. Jangan sampai perilaku yang merusak kita perlihatkan sejak dini selama berorganisasi, jika itu kita biasakan sejak muda maka akan menimbulkan bahaya laten yang terbawa sampai kita tua dalam mengabdikan diri pada masyarakat. Jangan sampai kenakalan sewaktu muda membentuk sosok pemimpin di masa depan dengan sebutan berandal berjas!

Tembok pembeda antara kepentingan pribadi atau golongan dengan kepentingan bersama hanya bersekat tipis. Individu yang menjelma di dalam golongan sukar untuk membedakan antara kemajemukan yang bersama dengan kemajemukan dalam golongan. Penglihatan semacam ini harus dihindari oleh pemuda yang aktif dalam organisasi atau golongan politik tertentu. Alih-alih mensejahterakan kehidupan bangsa, golongan yang diikuti oleh sebagian pemuda malah menyetir pemikiran mereka tentang berbagai macam pandangan politik yang menguntungkan bagi golongannya tersebut. Kegiatan pencucian otak semacam ini harus dideteksi sedini mungkin oleh para pemuda yang mempunyai hasrat untuk aktif dalam berorganisasi. Pemahaman ideologi tentang kepemimpinan harus segera dibentuk matang dalam pikiran dengan dimulainya sikap amanah yang harus dijaga sampai tahap pertanggung jawaban dimulai.

Negara juga membutuhkan pemuda yang kreatif dengan berbagai macam ide baru yang membuat Indonesia mampu berbicara di forum dunia. Berpikir dan bertindak sesuai ciri khas bangsa dengan menjunjung kearifan budaya lokal sebagai tonggak budaya nasional. Pemuda Indonesia diharapkan mempunyai tingkat inovasi yang tinggi dalam menghadapi persaingan global yang mulai tampak di depan mata. Dengan tingkat pemikiran seperti itu, dapat menutup kemungkinan tentang keberadaan Indonesia yang diatur penuh oleh negara-negara besar kapitalis yang berstandar laba dengan muka bantuan pinjaman. Budaya kreatif juga menjadi tolak ukur suatu kepemimpinan dalam sebuah negara yang dapat digunakan sebagai ciri khas berjalannya roda pemerintahan. Kondisi budaya maupun sosial masyarakat suatu tempat berbeda-beda, tugas dari pemimpin untuk menyesuaikan kebijakannya agar selaras dengan kondisi sekitar. Pemuda merupakan gudangnya ide-ide kreatif, tinggal bagaimana pemikiran cemerlang tersebut dipoles melalui media nyata yang mendidik. Dengan pemikiran yang kreatif dan inovatif diharapkan pemuda dapat berpikir dan bertindak secara rasional tentang hakekat pemimpin.

Bhineka Tunggal Ika adalah semboyan utama dalam pergerakan kesatuan bangsa yang tersebar di seluruh negara Indonesia. Dengan kondisi geografis Indonesia yang berpulau-pulau dari Sabang sampai Merauke dan dari Mianggas sampai Pulau Rote, pemimpin bangsa semacam ini harus memiliki jiwa pemersatu yang teguh terhadap segala macam gesekan konflik antar sesama. Tidak lari dari tanggung jawab yang harus diembannya dan tak ada kata putus asa yang terucap dari bibirnya. Membuka mata dunia tentang indahnya perbedaan dan toleransi tanpa paksaan. Kebersamaan sebagai bagian dari NKRI dapat mempertebal rasa nasionalisme para pemuda agar terpacu untuk bersaing dalam peningkatan kualitas hidup agar mempunyai kompetensi terhadap apa yang dipimpinnya. Menjadikan konflik sebagai cerminan diri untuk melangkah kedepan dan tidak menjadikannya sebuah masalah yang perlu diperluas. Pemuda harus pandai menempatkan diri sesuai budaya luhur bangsa Indonesia agar tercipta pemimpin baru yang memiliki asas keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tidak sedikit pemimpin yang kurang peka terhadap lingkungan sekitarnya dan tidak membawa kemajuan yang berarti kepada daerah yang dipimpinnya atau yang diwakili untuk dipimpin. Kekuasaan pusat telah menyilaukan mata sebagian pemimpin masa kini yang sampai sekarang daerah yang diwakilinya kurang mendapat perhatian serius darinya. Kepekaan pemuda akan daerah yang dipimpinnya kelak dapat berhasil jika kualitas kehidupan masyarakat daerahnya dapat meningkat. Peka merupakan sesuatu yang sensitif terhadap gejala sosial yang timbul di sekitar dan melakukan pemecahan permasalahan sesuai dengan norma riil yang berlaku. Peduli terhadap sekitar dapat dicontohkan dengan penguatan aspirasi masyarakat kepada pemerintah daerah demi terwujudnya struktur hidup yang teratur dan akuntanbilitas. Selain bergantung pada pemerintah kita sebagai pemuda diharapkan mandiri untuk mewujudkan kesejahteraan bagi diri sendiri dan orang lain. Pemuda diharapkan aktif sebagai penggerak utama dalam demokrasi di negeri ini, pembentuk garda terdepan dalam berpikir dan bertindak demi perwujudan masyarakat madani yang merata.

Berpikir jauh tentang masa depan merupakan investasi terbesar dan paling mulia yang dapat dilakukan oleh pemuda jaman sekarang. “Kemarin untuk hari ini dan hari ini untuk besok” adalah pernyataan berantai dengan pemahaman serta kedewasaan yang dapat berkembang. Pemuda merupakan cikal bakal pemimpin di masa yang akan datang dan setelah pemuda menjadi pemimpin sangat dianjurkan untuk memberi contoh teladan yang baik kepada generasi penerus berikutnya, bukan melakukan pembodohan dengan alasan keberkuasaan atas nafsu dan godaan iri hati karena tersaingi. Regenerasi harus dipersiapkan sedini mungkin agar kualitas pemimpin masa depan dapat meningkat yang ditandai dengan meningkatnya pula kesejahteraan masyarakat serta semua kebijakan yang diambilnya dapat dipertanggung jawabkan. Pemuda harus berani untuk menentukan arah demokrasi Indonesia kedepannya agar pengorbanan para pemuda di masa pergerakan nasional tidak sia-sia. Dengan pernyataan “Jas Merah” oleh presiden Soekarno, para pencari jati diri dan pembangun sikap dewasa ini (pemuda) dapat sesekali menoleh kebelakang untuk menatap tajam peluang yang ada di masa depan demi terciptanya kepemimpinan yang adil dan makmur.

Kesimpulan dari semua ini adalah pernyataan tentang sikap yang dilakukan oleh pemuda yang nota bene adalah pemimpin masa depan agar bertindak secara tepat melalui proses amanah dan diakhiri dengan tanggung jawab. Peka dan tepat dalam menempatkan diri pada pergaulan yang mengacu pada keadaan geografis Indonesia yang berstandar negara kepulauan. Peningkatan kualitas kehidupan mutlak dilakukan oleh para pemuda demi terwujudnya kesejahteraan yang merata dan terus berkelanjutan. Kebersamaan dalam kemajemukan juga diperlukan untuk membentuk pribadi pemimpin yang menitik beratkan kepentingan bersama daripada pribadi atau golongan. Selalu berkaca dari kekurangan di masa lampau agar dapat diperbaiki di masa yang akan datang. Melakukan regenerasi yang lebih baik dari waktu ke waktu demi meningkatnya kualitas hidup bangsa dan negara Indonesia. Dengan perilaku yang kreatif dan inovatif pemuda diharuskan menjadi pemimpin yang berbeda dengan yang lainnya dalam menggambil setiap kebijakan agar tidak terseret arus besar yang menyesatkan. Pemahaman akan hakikat pemimpin perlu diperjelas dalam pandangan para pemuda agar kelak tidak disalah gunakan dan perlu adanya tindakan nyata dari pemahaman tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s